Kajian anti Riba Daarut tauhid, “Sudah Halal kah Hartamu”

0
680

Sukabumi, beritalangitan.com –  Darut Tauhid (DT). Peduli Sukabumi bekerjasama dengan Komunitas Sukabumi Kota Berdaya (SKB) menggelar kajian rutin yang di selenggarakan di Masjid Toserba Selamat yang berlokasi di Jalan RE. Martadinata No. 96, Cikole Siliwangi, Kota Sukabumi. Sabtu, (24/03/2018)

Menurut Panitia DT. Peduli Sukabumi Sinta Dwi Oktaviani. Kegiatan Kajian Muamalah yang mengambil tema ” Sudah Halalkah Hartamu” ini di isi oleh Ustadz. H. Sofyan Muslihin, LL.B,  LL.M, Dosen di STEI Tadzkia, Ibnu Khaldun dan Universitas Djuanda, Bogor.

Menurut Sinta Oktaviani Kajian yang di selenggarakan ini salah satu program DT. Peduli Sukabumi yang di antaranya Program Sosial, Ekonomi dan juga Pendidikan.

Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk kepedulian DT. Peduli Sukabumi dengan melihat kondisi saat ini khususnya bagi para pengusaha yang berada di Sukabumi, yang sangat membutuhkan kejelasan dalam hal bermuamalah, yaitu bagaimana bermuamalah menurut syariat Islam.

Kajian muamalah yang di isi oleh Ustadz H. Sofyan Muslihin. Menjelaskan bagaimana hukum-hukum seputar muamalah kontemporer, diantaranya membahas bahaya riba dan bentuk-bentuknya, juga bagaimana Proritas pemanfaatan harta juga bagaimana Pemanfaatan harta wajib yg harus di keluarkan.

Terlebih lagi begitu banyak praktik-praktik ekonomi ribawi yang telah merasuki kehidupan masyarakat muslim saat ini. Dijelaskan secara gamblang disertai contoh-contoh yang mudah dipahami dan memang sering terjadi dalam dunia nyata.

Sinta berharap acara seperti ini bukan hanya DT. Peduli Sukabumi saja, tetapi menjadi panggilan bagi semua komunitas atau organisasi yang lain untuk mengadakan kajian tentang muamalah ini.

Sehingga para pengusaha dapat memahami akan bagaimana kita bisa bermuamalah sesuai aturan yang Allah contohkan lewat Nabi Muhammad SAW.”pungkasnya

Reporter  : Andriansyah
Redaktur  : D. Udas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.