Kemenkum HAM siap bebaskan 35 ribu Napi di Tengah Wabah Corona

0
179
74 Napi dikumpulkan sebelum pulang dari Rutan Bandung (Dony Indra Ramadhan/detikcom)

beritalangitan.com – Sebagai upaya pencegahan penularan virus Corona di lembaga pemasyarakatan yang overkapasitas, Kementerian Hukum dan HAM siap melepas hingga 35 ribu narapidana.

“Dengan Permenkum HAM 10/2020, kami perhitungkan kami bisa mengeluarkan di angka minimal 30 ribu, dan dari beberapa exercise, kami bisa mencapai lebih 35 ribu minimal (napi yang dilepas),” kata Menkum HAM Yasonna Laoly dalam rapat melalui teleconference bersama Komisi III DPR, Rabu (1/4/2020).

Yasonna mengatakan kebijakan ini sudah mendapat persetujuan dari Presiden. Selain itu, pelepasan narapidana itu juga merujuk pada Keputusan Menkum HAM Nomor 19.PK.01.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

“Pertama, narapidana kasus narkotika dengan masa pidana 5-10 tahun dan telah menjalani 2/3 masa pidananya akan kami berikan asimilasi di rumah. Kami perkirakan 15.442 per hari ini datanya. Mungkin akan bertambah per hari. Napi korupsi usia 60 tahun ke atas yang telah menjalani 2/3 masa pidana sebanyak 300 orang. Napi tipidsus dengan sakit kronis yang dinyatakan rumah sakit pemerintah yang telah menjalani 2/3 masa pidana 1.457 orang. Dan napi asing ada 53 orang,” ungkap Yasonna.

Sementara itu dilansir dari detik, Ditjenpas Kemenkum HAM mengatakan pada Rabu (1/4) sekitar 13 ribu telah dibebaskan. Napi tersebut tersebar di lapas seluruh Indonesia.

“Mulai dari tadi pagi sampai sore ini tercatat sudah 13.430 seluruh Indonesia. Yang keluar dengan asimilasi 9.091. Yang keluar dengan program integrasi sejumlah 4 339,” kata Plt Dirjenpas Kemenkum HAM, Nugroho.

Nugroho mengatakan, Ditjenpas menargetkan sekitar 35 ribu narapidana bisa dibebaskan dalam waktu 7 hari. Bahkan ada kemungkinan lebih dari itu. (ad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.