Kewajiban Ukhti Terhadap Dirinya

0
1682

Oleh : Faizah Khairunnisa*

1. Kewajiban kepada Tubuhnya

Beritalangitan.com – Perawatan tubuh penting bagi akhwat muslimah. Walaupun kita seorang aktivis, yang senantiasa turun ke jalanan di bawah terik sang surya, bukan berarti kita tidak peduli dengan tubuh kita. Walaupun kita seorang ibu rumah tangga, bukan berarti tidak perlu lagi untuk melakukan perawatan. Seperti sabda Rasulullah berikut, sebagai teguran kepada ‘Abdullah bin Amr bin Ash yang terlalu memforsir tubuh untuk beribadah:

“Janganlah lakukan, karena sesungguhnya matamu memiliki hak yang harus kamu tunaikan, badanmu memiliki hak yang harus kamu tunaikan, keluargamu memiliki hak yang harus kamu tunaikan, maka puasa dan berbukalah, shalat dan tidurlah…” (HR Muslim)

Apa saja yang perlu diperhatikan? Hal yang perlu diperhatikan antara lain:

a. Kecantikan

  • Perhatikan berat ideal.
  • Perhatikan kesehatan kulit, terutama kulit wajah sebagai jendela tubuh.
  • Lakukan massage, rutin membersihkan wajah dan memakai masker.
  • Perhatikan bagian-bagian kecil dari tubuh seperti kuku, telinga, hidung, hingga kaki.
  • Perhatikan bau aroma tubuh. Berilah perawatan khusus kepada sumber bau seperti ketiak, mulut, dan kaki.
  • Bisa ditambahkan dengan hal-hal lain, asal sesuai syariat

b. Kesehatan

  • Tidur Teratur dan Efektif. Perhatikan dan terapkan cara Rasulullah tidur.
  • Makan dengan gizi seimbang. Mengetahui kandungan vitamin pada setiap bahan makanan dan khasiatnya. Misal kacang-kacangan mengandung vitamin E yang berguna untuk memperbaiki sirkulasi darah dan mencegah oksidasi lemak. Sering didapati, seorang ibu lebih memilih mendahulukan kebutuhan gizi suami dan anaknya, dengan mengorbankan dirinya. Padahal, wanita muslimah pun memerlukan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi daripada ayah/suami.
  • Disarankan, setiap akhwat muslimah mempelajari ilmu gizi praktis dan pengolahan makanan yang dapat memelihara kualitas gizi makanan yang diolah tersebut, sehingga mampu memberikan sajian terbaik untuk keluarga dan dirinya.
  • Olah raga. Lakukan secara rutin. Frekuensi yang dianjurkan adalah 3-4 kali dalam 1 pekan, di mana waktu latihan  berbanding terbalik dengan intensitas latihan. Artinya, semakin rendah intensitasnya, makin banyak waktu yang digunakan. Sedangkan intensitas latihan optimal untuk mencapai kebugaran adalah 72%-87% denyut nadi maksimal (DNM), dimana DNM = 220-usia. Jadi, kalau usia 20 tahun, berarti DNM 200. Maka intensitas latihan dikatakan optimal jika mencapai 144 denyut tiap menit. Jika belum tercapai, maka ‘bobot latihan’ ditambah atau waktu latihan yang ditambah.
  • Lakukan general check up. Yang sering menjadi kendala adalah biaya. Padahal, akan makin ‘membludak’ biaya jika suatu saat tubuh kita sakit. Lebih baik mencegah daripada mengobati 🙂

c. Berobat Jika Sakit

Seperti sabda Rasulullah:

“Berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan penyakit kecuali pasti membuat obatnya, kecuali satu penyakit: pikun.” (HR. Ahmad)

d. Menjauhi Sikap Berlebihan dan Sia-Sia

Israf dimaknai sebagai berlebih-lebihan. Hindari diet berlebihan atau makan berlebihan. Hindari makanan-makanan instan, yang banyak mengandung zat aditif. Sedangkan tabdzir, maknanya adalah mensia-siakan. Oleh karena itu, merencanakan pengeluaran harian dan bulanan agar tidak boros harta akan hal yang tidak perlu.

e. Menjaga Kebersihan

Allah itu menyukai kebersihan. Oleh karenanya, jagalah kebersihan yang menyangkut: kebersihan kulit dan tubuh, pakaian, rambut, dan mulut.

2. Kewajiban kepada Akalnya

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia menceritakan Rasulullah pergi ke tempat shalat pada Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Idul Fitri. Selanjutnya beliau melewati jamaah perempuan, lalu bersabda:

“Aku tidak pernah melihat orang-orang kurang akal dan agama mampu melumpuhkan hati seorang laki-laki yang tegas melebihi salah seorang dari kalian”.

Mereka(jamaah wanita) bertanya: “Apa kekurangan akal dan agama kami, Ya Rasulullah?”

Jawab Nabi: “Bukankah persaksian seorang wanita sama dengan setengah persaksian laki-laki?”

“Benar.” jawab mereka.

Nabi bersabda: “Maka di situlah letak kekurangan akal. Bukankah wanita itu ketika haid tidak boleh shalat dan tidak boleh puasa?”

“Benar.” jawab mereka.

Nabi bersabda: “Maka di situlah letak kekurangan agamanya.”

Konteksnya, Rasulullah mengatakan hal ini di hadapan wanita Anshar. Di mana diriwayatkan oleh Bukhari, Umar bin Khaththab berkata: “Ketika kami tiba di kota Madinah, kami temukan bahwa yang lebih dominan adalah kaum wanitanya. Lalu wanita-wanita kami (wanita Makkah) meniru aab dan perilaku wanita Anshar.”

Diriwayatkan oleh Muslim, Aisyah berkata: “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Mereka tidak terhalang oleh rasa malu dalam mendalamai masalah agama.”

Jika ditinjau dari susunan kata, menurut Abdul Halim Abu Syuqqah, dalam perkataan Rasulullah tidak berupa qarar atau ketetapan tapi merupakan bentuk kekaguman Rasulullah kepada dominannya wanita-wanita Anshar atas kaum prianya. Seakan Rasulullah ingin mengatakan: “Wahai kaum wanita, jika kalian diberi kekuatan oleh Allah untuk melumpuhkan hati laki-laki yang tegas, meskipun kalian lemah, maka takutlah kepada Allah dan janganlah kalian gunakan kekuatan kalian itu kecuali untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat.”

Bukan berarti kapasitas otak wanita selalu di bawah pria lho ya. Allah memberikan potensi yang sama antara pria dan wanita. Jika ada kekurangan pada wanita, itu mungkin disebabkan dari faktor pemanfaatannya saja. Asumsikan saja seperti pria yang tidak terlalu mampu memanfaatkan ‘kesensitifan’ perasaannya dibanding wanita, walaupun tidak semua pria juga yang gagal dalam hal ini

Adapun kewajiban Ukhti kepada akal, antara lain:

  • Menjaga kesehatan akalnya dengan tidak meminum alkohol, atau hal-hal yang memabukkan lainnya
  • Mengisinya dengan informasi bermanfaat, seperti pengetahuan keislaman. Said Hawwa menyebutkan beberapa ilmu islam yang harus diketahui oleh Muslim, minimal 10tsaqofah islamiyah (pengetahuan keislaman) berikut: Pertama, tiga landasan pokok Allah-Rasul-Islam; Kedua, Al-Quran (tafsir, sebab turunnya, tempat turunnya, yang menghapus dan dihapus, dan lainnya); Ketiga, As-Sunah (kandungan syarah—perawinya, cacat tidaknya perawi, istilah-istilah, dll); Keempat, kaidah ushul fiqh(menyangkut kaidah-kaidah dasar yang digunakan untuk memutuskan suatu hukum dari dali-dalil global); Kelima, ilmu aqidah, akhlak, fikih; Keenam, sirah nabawiyah dan tarikh Islam; Ketujuh, ilmu bahasa Arab; Kedelapan, sistem musuh untuk menghancurkan (ghazwl fikr); Kesembilan, studi Islam Kontemporer; Kesepuluh, fiqh dakwah. Selain itu juga, membekali dengan pengetahuan umum dna kontemporer, serta pengetahuan teknis.
  • Memanfaatkan akal untuk berkarya.

3. Kewajiban kepada Hatinya

  • Dzikrullah

“Perumpamaan orang yang dzikir dengan orang yang tidak dzikir ibarat hidup dan mati.” (HR. Bukhari)

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda, Allah berfirman:

“Aku sebagaimana sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku menyertainya jika ia berdzikir kepada-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, Aku ingat padanya dalam diri-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam majelis orang-orang, niscaya Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompoknya.” (HR. Bukhari-Muslim)

  • Tilawah

Rasulullah memerintahkan untuk mengkhatamkan tilawah paling tidak dalam waktu 1 bulan, atau 1 juz per hari, dan beliau melarang untuk mengkhatamkan tilawah Al-Quran kurang dari 3 hari.

Selain itu, alangkah baiknya jika bisa menghafalkan Al-Quran. Meskipun menghafal dan menjaga Al-Quran itu tidaklah mudah. Seperti sabda Rasulullah:

“Rawatlah Al-Quran ini baik-baik! Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, ia lebih cepatnya dibandingkan unta lepas dari tali ikatnya.” (HR.Bukhari-Muslim)

  • Menjauhi Maksiat

“Sesuatu yang aku larang atas kalian maka jauhilah, dan sesuatu yang aku perintahkan atas kalian maka lakukanlah sesuai kemampuan kalian.” (HR. Muslim)

  • Menjauhi Ketergantungan kepada Makhluk

“Semua yang ada di bumi akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.” (Ar-Rahman: 25-26)

  • Memperbanyak Ibadah

“Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihad itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.”  (Al-Ankabut: 6)

Semoga bermanfaat…..

Redaktur kolom wanita beritalangitan.com

Sumber : Dikutip dari buku dengan Judul: Keakhwatan 1, Bersama Tarbiyah Ukhti Muslimah Tunaikan Amanah Pengarang: Cahyadi Takariawan, Abdullah Sunono, Wahid Ahmadi, Ida Nur Laila

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.