Kisah Sukes Quincake: “Jangan Mendikte Rezeki Allah”

0
216

Beritalangitan.com – Bagi yang berkunjung ke kota Cianjur, Jawa Barat, belum lengkap rasanya jika tidak mampir dulu mencicipi sajian kue ala Quincake. Toko yang berlokasi di Jln Aria Cikondang No.82 memang banyak menawarkan varian kue yang menggugah selera. Maka tak salah apabila Quincake menjadi referensi untuk dijadikan oleh-oleh khas Cianjur.

Tentu perjalanan sukses Quincake tidak terlepas dari perjuangan sang owner, pasangan suami istri, Ardi Hermawan dan Astri Utami, dalam memaknai arti bisnis yang penuh keberkahan.

Ide bisnis ini mereka geluti berawal dari anak mereka yang sering sakit-sakitan ketika mengonsumsi kue dengan bahan pengawet dan pemanis buatan.

“Dari sanalah istri saya (Asri Utami) nyoba buat cemilan sendiri untuk anak, bahan pake bahan yang aman, gula juga gula yang alami, lalu (jumlah kuenya) dilebihkan untuk dibagi-bagikan ke tetangga. Dan Alhamdulillah banyak tetangga yang bilang, ‘enak-enak-enak’. Terus dari sana nyoba aja buka PO ke tetangga-tetangga, hingga sekitar tahun 2012-2013 mulai digeluti bisnis kuliner ini.” Tutur Ardi.

Dalam perjalanannya, Ardi dan Astri banyak mengalami jatuh bangun dalam menjalani bisnis ini. Sebelumnya, Ardi sempat bekerja di salah satu BUMN. Namun karena budaya kerja yang kurang sehat baginya, akhirnya resign dengan beberapa catatan utang.

sempet juga jadi salesman di satu perusahaan di Cianjur sampai menjabat koordinator salesman. Namun, dari sana jadi sulit untuk ibadah, belum lagi sering dimarahi atasan, ditekan dengan Targetan, akhirnya ya resign aja.” Kata Ardi melengkapi.

Lalu mereka mulai memfokuskan bisnis kuliner di Quincake dengan modal awal sebesar Rp500.000. Namun itu pun masih terkendala dengan seringnya mengalami kegagalan dalam memproduksi dan memasarkan kuenya.

Di tahun 2015, mereka meminjam uang ke sebuah lembaga keuangan konvensional untuk penambahan modal usaha. Di awal tahun 2016, utang riba pun semakin menjadi-jadi. Mereka meminjam lagi ke lembaga lain untuk membeli kendaraan operasional.

Masih di tahun 2016, mereka bertemu dengan seorang teman yang mengajak usaha bareng dengan mencari tempat yang strategis di pinggir jalan. Hingga mereka dapat lokasi yang tepat. Awalnya tempat ini akan mereka gunakan untuk usaha warnet dan toko kue, namun si pemilik hanya mengijinkan untuk usaha kue saja. Akhirnya Ardi dan Astri saja lah yang memegang Tempat tersebut untuk usaha toko kue Quincake hingga sekarang.

Karena mereka berjuang sendiri, maka Ardi dan Astri menjual mobil dari hasil pinjaman bank sebagai tambahan modal usaha. Maka himpitan utang semakin bertambah.

“Udah mah bayar bunga dan pokok (pinjaman bank) gede, harga jual mobil turun, belum lagi tempat harus segera dilunasi. Biaya operasional makin bertambah. Wah, pokoknya kami semakin bingung dalam menjalankan bisnis ini.” Tutur Ardi.

Hantaman bukan hanya dari harta yang terkuras habis tanpa jejak, tapi juga dari pihak kerabat yang mencerca keputusan usaha mereka yang dirasa kurang baik dari profesi sebelumnya. Di samping itu, keharmonisan keluarga pun sudah pada tahap kondisi menghawatirkan.

Hingga suatu ketika mereka merasa kelelahan atas kehidupan mereka yang diperbudak dunia. Siang dan malam mayoritas mereka isi hanya untuk bekerja, demi menutupi utang dan kebutuhan hidup.

Dalam kehampaan hidup itu, mereka mencoba berhijrah dan menjemput hidayah, mulai menekuni kajian keagamaan. Dari sanalah titik balik kehidupan mereka. Dari titik ini pasangan ini sadar bahwa dengan Riba sama saja dengan mengajak Perang dengan Allah

Bukan tanpa risiko mereka mengambil jalan hidayah ini. Karena jalan hijrah ini benar-benar mengembalikan mereka pada titik nol.

“Namun ternyata Allah Maha baik ya, meskipun temen-temen berangsur menjauh, eh ternyata Allah dekatkan kami dengan temen-temen yang soleh. Utang yang begitu menghimpit, eh dapat dilunasi. Meskipun hal tersebut masih dipersulit juga oleh pihak bank ketika kami mau melunasinya. Tapi qodarullah, Allah bantu kami untuk mampu melunasinya dalam waktu hanya tiga bulan.” Tutur Astri.

Dari sana, mereka yakin bahwa ketika suatu bisnis dijadikan sarana ibadah kepada Allah, maka Allah-lah yang akan menjaganya tetap berjalan dengan baik. Bahkan disaat pandemi covid-19 ini Quincake masih dapat beroperasi dengan tanpa mengurangi karyawan, bahkan justru bertambah.

Kini mereka dapat menikmati hasil perjuangan mereka di bisnis kuliner ini dengan penuh ketentraman. Tak lagi diperbudak keinginan dan nafsu dunia. “Dalam hidup, jauhi utang riba, dan berdoalah kepada Allah atas apa yang kita butuhkan saja, jangan mendikte Allah dengan segala keinginan-keinginan kita, karena Allah Maha tahu atas apa yang terbaik buat kita.” Pungkas Ardi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.