Komunitas Rampai Pusdai Bandung “jangan meninggalkan generasi yang lemah”

0
2219

Bandung, 21/12 (Beritalangitan.com) – Jika mengunjungi gedung PUSDAI Kota Bandung, maka di salah satu ruangan dekat perpustakaan gedung ini terdapat sekretariat komunitas RAMPAI (Remaja Aktivis Mesjid Pusdai), komunitas remaja mesjid ini dibentuk pada tahun 2013 lalu dan sudah mengalamai beberapa masa pergantian kepengurusan.

Saat ini pengurus yang aktif sebanyak 20 orang, namun komunitas RAMPAI ini memiliki beberapa komunitas binaan yang ada di kota Bandung, antara lain komunitas Src (smart reading campaign), qgen (quran generation), bright community , hh (heaven holic), ICMN (Indonesian creative moslem network), p2s (pemuda peduli sesama), yang kesemuanya ini dibawah naungan dan binaan RAMPAI sampai saat ini.

Dalam tiap minggu komunitas RAMPAI rutin mengadakan beberapa kegiatan kajian islami, diantaranya dinamai “Taklim rebo”, “berandal hijrah jum’at”, resensi buku hari sabtu, dan taklim ahad. Selain itu juga ada kegitan setiap bulan ramadhan yaitu “Baca sedunia”, “Pesantren kilat”, “ngabuburit ceria”, “tahfiz Qur’an”, “mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa). Kegiatan tersebut biasanya di mentori kakak – kakak pembimbing dari kampus kampus ternama seperti dari ITB, UNPAD, UPI, POLBAN, UNISBA, POLTEKES, dan dari SMA Pajagalan.

Ditemui wartawan beritalangitan.com disela-sela kesibukannya, ketua PPSD Irma mengatakan, komunitas RAMPAI dalam mengajak anggota baru menggunakan pola pertemanan, yaitu setiap anggota aktif mengajak temannya dari luar untuk bergabung dengan komunitas ini, dan itu dinilai cukup efektif untuk merekrut anggota yang lebih banyak dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Dan metoda pembinaan anggota baru disini menggunakan cara kedekatan emosional  dengan mentornya, demikian juga untuk membuat kedekatan dan kesolidan antar pengurus komunitas RAMPAI dengan cara melakukan kajian – kajian seperti mengkaji sejarah kemenangan islam pada zaman Rasulullah, mengkaji sejarah islam di Indonesia, serta mengkaji Al Quran dengan baik.

Dan yang menjadi prinsip pembinaan disini merujuk pada salah satu ayat Al Quran yang memerintahkan agar mengurus dan tidak meninggalkan kaum yang lemah (tertinggal) yang termuat dalam Al Quran Surat  Annisa : 9 “Dan hendaklah takut kepada Allah orang orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka. (FT/ME)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.