Lapas Kota Sukabumi Perlu Penanganan Bersama

0
579

Kondisi Lembaga pemsyarakatan kelas III kota Sukabumi saat ini butuh penanganan segera dari pemerintah daerah maupun pusat. Luas Lapas ini saat ini tak kurang dari duaribu meter persegi saja. Daya tampungnya hanya dapat menampung warga binaan hanya sebanyak 200 orang saja.

Namun akibat tingginya angka perkara pidana yang terjadi di wilayah hukum Kota Sukabumi saat ini penghuni lapas sudah mencapai 458 orang warga binaan. Artinya sudah mencapai batas diluar kapasitasnya.

Namun kendati demikian angka perkara pidana yang terjadi di pengadilan Negeri Kota Sukabumi seakan tak kunjung reda. Dan penghuni lapas pun terus mengalami peningkatan.

Menurut Kepala Lapas Kota Sukabumi Risman Somantri saat dikonfirmasi beritalangitan.com mengatakan saat ini penghuni lapas memang sudah diluar kapasitasnya. Hal ini sangat nenyulitkan pihaknya dalam melakukan pembinaan terutama dalam hal pengembangan kegiatan keagamaan di dalam Lapas.

“Status Narapidana saat ini kan adalah warga binaan, dimana ia harus mendapat pembinaan baik secara mental maupun kerohanian, sehingga ketika nanti ia keluar dari lembaga pemasyarakatan diharapkan akan menjadi pribadi yang lebih baik. Paling tidak ia berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan nya ketika bebas.

Namun saat ini kondisi Lapas sangat tidak memungkinkan untuk melakukan pembinaan secara optimal, untuk sekedar sholat berjamaah saja mushola yang ada hanya menampung hanya sekitar 20 orang jamaah saja.

“Kami tetap upayakan pembinaan pada para warga. Pesantren tetap berjalan meski tak bisa maksimal karena jika pun banyak yang berminat tak ada tempatnya.

Layaknya untuk sebuah lapas itu memerlukan sekitar 5 hektar minimalnya. Dan kami sudah mengupayakan ini, Kemenkumham siap membangun lapas nya jika pemerintah daerah menyediakan lahannya.

Kita juga memahami jika Pemerintah Kota Sukabumi memang tak memiliki lahan sebanyak itu. Dan pembebasan lahan untuk lima hektar juga bukan jumlah yang sedikit. Tapi jika dibiarkan kondisi ini berlarut larut maka akan menhadi sebuah citra buruk bagi pemerintah sendiri.

Dalam waktu dekat kami akan mencoba berkoordinasi dengan berbagai praktisi pesantren dan tokih keagamaan. Mudah mudahan terciota solusi yang bisa menyelesaikan persoalan ini.

Oleh : Udas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.