Lapas Warungkiara Berpacu Mencetak para Mutaqien

0
566

Sukabumi, beritalangitan.com – Setiap orang pasti pernah berbuat salah, Namun setiap kesalahan bisa diperbaiki menjadi lebih baik. Menjadi manusia yang lebih baik itu hak semua manusia termasuk para narapidana.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Warung Kiara Kabupaten Sukabumi seolah berusaha memberikan sebuah pentilasi atau AC di dalam ruangan yang panas dan pengap, yaitu dengan membangun sebuah pesantren di balik jeruji yang merupakan sebuah prototype kehidupan bermasyarakat.

Karena dalam sebuah lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang di dalam nya berbagai latar belakang para narapidana, tentu membuat pengap dan gersang sehingga perlunya pendingin ruangan agar mereka nyaman, semua itu dengan adanya pembinaan keagaman lah yang akan mendinginkan kepribadian narapidana.

Sejak tahun lalu, Lapas Kelas III Warung Kiara telah mendirikan sebuah pesantren di tengah-tengah jeruji para narapidana. Yaitu “Pondok Pesantren Sa’adatuddaroin” yang saat ini terdapat 953 orang warga binaan yang tengah berusaha mendapatkan hidayahnya,”kata Kalapas Kelas III Warung Kiara Sukabumi, RM. Kristyo Nugroho yang di dampingi Kasubsi Pembinanan Upu Rahman, SH saat ditemui beritalangitan.com di kantornya. Jum’at, (16/11/2018).

Dalam hal ini lapas sebagai lembaga yang diharapkan memiliki kontribusi  positif dalam menghadirkan nilai-nilai bidang keagamaan dan keahlian pada setiap jiwa narapidana, sehingga pengalaman keagamaan yang mereka peroleh akan membentuk mental, keahlian usaha dan sikap religius pada setiap napi di tengah tengah masyarakat nantinya.

Sehingga untuk meminimalisir akan terjadinya kompleksitas para narapidana ini perlu pembinaan agama secara khusus, yang nantinya ketika mereka diarahkan akhlak dan kepribadiannya di bidang keagamaan. Maka ketika narapidana terjun kembali ketengah tengah masyarakat umum mereka dapat memberikan hal yang positif sehingga mereka dapat diterima kembali oleh keluarga dan masyarakat sekitar.

Kami sangat berterimakasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Majlis Ulama Indonesia (MUI), Kementrian Agama (Kemenag) dan Intansi terkait lainnya yang telah sama sama membantu dalam membina para santri yang berada di lapas warung kiara ini.”tutur Kasubsi Pembinanan Upu Rahman

Menurut Ustadz Hermawan atau sering di sapa Mama Lapas sebelumnya banyak sekali mereka paranapi yang kurang mengenal ajaran agama, Sehingga dalam memberikan pengajaran di Pesantren Sa’adatuddaroin lapas kelas III Warungkiara ini kami bagi tiga tingkatan, pertama tingkatan Iqro ini untuk kelas napi yang belum mengenal huruf Qur’an, kedua kelas Al.Qur’an yaitu kelas napi yang telah tuntas di kelas Iqro dan yang ke tiga kelas kitab yaitu mereka yang telah dapat membaca Al.Qur’an yang didalamnya mengajarkan mereka untuk dapat mengaflikasikan kehidupan sesuai aturan yang telah Allah SWT tetapkan.”pungkas Ustadz Hermawan

Reporter : Andriansyah
Redaktur : D. Udas
Email : redaksi@beritalangitan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.