Lokasi yang diduga tempat Kapal karam, ternyata Spot memancing favorit Nelayan Cisolok Sukabumi

0
114

beritalangitan.com – Penampakan kapal karam menggegerkan warga palabuhanratu kabupaten sukabumi yang tertangkap Google Map, namun hingga saat ini aparat berwenang belum bisa memastikan keberadaan kapal tersebut karena terbatasnya peralatan.

Lokasi ditemukannya kapal karam tersebut ternyata merupakan lokasi favorit para pemancing di Pantai Cikembang, Sukabumi. Namun tidak banyak yang mengetahui, alias dirahasiakan oleh para mancing mania.

Jaka, warga Cisolok Sukabumi mengatakan sudah lama tahu isu adanya kapal karam di posisi itu. Warga biasa menyebutnya dengan nama Badong alias rumpon yang terbentuk alami dari puing kapal karam.

“Saya menyimpan titik koordinat spot mancing di tempat itu, hanya bermodal cerita dari orang tua-orang tua dulu kalau di lokasi itu banyak ikan karena di bawahnya ada Badong, fungsinya sama dengan rumpon,” tutur Jaka.

Jaka menyebut sejak bertahun-tahun silam nelayan melaut mengandalkan insting. Ketika ada perahu karam, bangkai kapal yang berada di dasar secara alami akan menjadi rumah beragam biota laut. Potensi mendapatkan ikan khususnya nelayan pancing akan lebih besar.

“Saya ketika memasang titik tidak mengandalkan GPS, tapi pakai Google Maps ditambah petunjuk dari orang tua dulu. Tahun 2017 saat itu saya buka aplikasi Google Maps tidak ada penampakan benda mirip kapal karam, ketika saat ini ramai saya kaget dong ternyata lokasi itu berdekatan. Antara titik yang saya buat dengan posisi kapal hanya sekitar 20 meter bergesernya,” ungkap Jaka.

Jaka juga kerap mengantar para mancing mania ke lokasi agar mudah mendapat spot ikan. Lokasi itu hanya diketahui oleh segelintir pemancing saja.

“Saya yang simpan spot lokasi sekarang bocor, disembunyi sembunyi, eh malah ketahuan. Itu spot rahasia pemancing, lokasi terdekat dari Pantai Cikembang, jaraknya kurang dari 2 kilometer,” ujar Jaka.

Meskipun begitu, Jaka berharap ada tim peneliti yang memeriksa isu kapal karam tersebut. (Udas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.