MENAG: Fatwa MUI soal Haram Pakai Atribut Non-Muslim Bentuk Toleransi

0
370

MENAG Lukman Hakim Saifuddin

ISTANBUL, 16/12 (beritalangitan.com) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, fatwa MUI soal haramnya Muslim menggunakan atribut non-Islam merupakan bentuk toleransi umat beragama tanpa meleburkan diri dengan keyakinan agama lain.

“Jadi semangatnya adalah toleransi itu tidak harus ditunjukkan dengan cara masing-masing pihak meleburkan diri,” ujar MENAG Lukman di Jakarta, Jumat (16/12/2016) dikutip Antara.

MENAG mengatakan, fatwa MUI itu agar dipatuhi umat Islam tanpa harus mengurangi rasa hormat pada lingkungan sekitar dan rasa menghargai keyakinan agama lain.

“Semangat itulah menurut saya harus kita tangkap,” ujarnya.

MENAG mengatakan, prinsip dari fatwa tersebut adalah toleransi, saling menghargai dan menghormati keyakinan serta kepercayaan agama lain.

“Tidak harus masing-masing dari kita menggunakan atribut keagamaan yang bukan dari keyakinan kita,” ujarnya.

MENAG pun berharap seluruh umat beragama di Indonesia untuk menghargai dan menghormati hari raya umat beragama termasuk Hari Natal.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Komisi Fatwa MUI Pusat mengeluarkan fatwa terbaru terkait penggunakan atribut keagamaan non-Muslim bagi pemeluk Islam.

Dalam fatwanya, MUI mengatakan; menggunakan, mengajak dan memerintah penggunaan atribut agama lain (selain Islam) adalah haram.* (Hidayatullah.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.