Mobil Dakwah Komunitas Kajian Sukabumi, Sebuah Sarana Dakwah Bagi Umat

0
368

Sukabumi beritalangitan.com – Semangat untuk berdakwah dan menyemarakkan syiar islam di muka Bumi memang tak dimiliki setiap orang, tapi bagi yang memiliki semangat itu akan mampu keluar dari segala keterbatasan dan menjadikan setiap yang dimilikinya menjadi peluang untuk berdakwah. Inilah yang dimiliki oleh “Komunitas Kajian Sukabumi” sebuah komunitas yang bukan terdiri dari sahabat dekat atau kawan sedaerah sebelumnya. Tetapi memang komuntas ini terlahir dari kegandrungan sekelompok orang akan Dakwah dan Syiar Islam.

Komunitas yang hanya terdiri tak kurang dari 25 orang saja ini memang tak saling mengenal sebelumnya, dari kegemaran mengikuti pengajian-pengajian dari masjid ke masjid dan kemudian menjalin komunikasi lewat media sosial akhirnya melahirkan komunitas ini. Bahkan namanya pun hanya diambil dari aktivitas yang memang dilakukan, bukan nama populer yang sengaja didramatisir agar terdengar hebat seperti pada umumnya.

Hal tersebut dikatakan Nana Wijana salah seorang penggagas dan juga inisiator dari komunitas ini. “Awalnya kami berkomunikasi lewat media sosial untuk mendatangkan Ustadz Felix Siauw dalam sebuah kajian, lalu terbentuklah panitia yang bahkan tiga hari sebelum pelaksanaan tidak seluruhnya hadir. Kami tak saling mengenal sebelumnya, tapi dengan keyakinan bahwa dengan keikhlasan hati pasti akan mendatangkan kekuatan, dan orang yang tidak Ikhlas akan tersingkir dengan sendirinya, dan akhirnya acara tersebut berhasil dilaksanakan dengan gemilang”.

Dari kerja keras panitia terkumpul sejumlah dana untuk operasional kegiatan, dan sudah kita anggarkan untuk transport ustadz sebesar empat juta rupiah. Tetapi ustadz ternyata menolak dan ia bilang “bagikan saja sama anak-anak panitia” lalu kami berunding tapi semua teman teman tidak mau menerimanya, karena kita bekerja ini bukan untuk pamrih tapi untuk dakwah.

Akhirnya dengan kesepakatan semua dan kebetulan ada mobil terlantar yang hampir dibuang oleh kakek saya uang itu dibelikan mobil itu seharga lima juta rupiah, kurangnya dan untuk meperbaiki ini itu kita patungan lagi hingga habislah sekitar tujuh juta. Dan kita sepakati mobil ini adalah untuk Dakwah dan kita namai “Mobil Dakwah”.

Fungsi dan tugasnya ya untuk kegiatan dakwah, untuk kajian-kajian yang kita laksanakan, untuk operasional ustadz yang akan pergi kajian, atau kalau diwaktu senggang mobil yang sudah kita lengkapi dengan sound system ini setiap hari jum’at pagi sampai menjelang jum’atan kita taruh ditempat-tempat ramai seperti di pasar untuk memutar surat al-Kahfi. Adapun program lainnya setiap hari senin dan kamis ngabuburit sambil nonton bareng kajian di cafe-cafe dan dakwah on the road di setiap car free day.

Prinsip dari komutas ini adalah “Dimanapun Bumi Dipijak Disana Dakwah Ditegak” apapun potensi meski dengan segala keterbatasan kondisi tetap Dakwah harus berjalan. Nana Wijana yang orangtuanya pemilik Yayasan Adzzakiroh juga memiliki Mobil Sosial yang tugas dan fungsinya juga hamper serupa yaitu untuk melayani masyarakat dan juga memobilisasi dakwah. Bahkan sebuah rumah sederhana yang resik khusus disediakan untuk rumah singgah bagi Musaffir mana saja yang membutuhkan tempat singgah.  (Du –And)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.