MUI Purwakarta Himbau Warga Taubat Nasuha, Karena Sudah Shalat Istisqa Hujan belum Turun

0
76

Purwakarta, beritalangitan.com -Masyarakat Kabupaten Putwakarta dihimbau untuk melakukan taubat nasuha, Himbauan tersebut disamapiakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Kabupaten Purwakarta, alasannya walaupun sudah dilakukan shalat (Istiqa) meminta hujan namun hujan tak kunjung turun.selasa 01/10/19.

“Ada tiga tahapan meminta hujan. Pertama, berdoa sehabis salat lima waktu, diusahakan khatib jumat memasukkan doa hujan (dalam solat Jumat), tahapan ketiga salat istisqa,” kata Ketua Fatwa dan Hukum MUI Purwakarta Asep Jamaludin, Senin 30 September 2019. Dikutip dari kompas.com

Selain itu, MUI juga telah membuat surat edaran agar masyarakat melaksanakan salat istisqa berjamaah. Salat tersebut juga telah dilakukan di tingkat kabupaten oleh MUI setempat pada Jumat (27/9/2019) pekan lalu.

Ketua MUI Purwakarta John Dien menilai dampak musim kemarau sudah menimbulkan bencana bagi masyarakat. Kekeringan tak hanya mengakibatkan bencana untuk sektor pertanian, tapi juga mengurangi konsumsi air yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari.

Musim tanam mundur
Sementara itu, musim kemarau menyebabkan musim tanam padi di Kabupaten Purwakarta mundur sekitar satu bulan. Faktor cuaca juga mengakibatkan luas panen tahun ini diperkirakan berkurang hingga lebih dari 500 hektare.

“Puncak pertanaman biasanya bulan November-Desember kemungkinan jadi Januari tahun depan. Hal itu sesuai dengan prakiraan cuaca,” kata Kepala Dinas Pangan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan.

Rencananya, proses tanam di Purwakarta akan dimulai pada pekan ketiga Oktober 2019. Namun, setelah melihat kemungkinan hujan yang akan turun pada dasarian ketiga November 2019, para petani kemungkinan melakukan tanam serentak pada akhir bulan tersebut.

Untuk luas panen, pemerintah daerah mencatat pada 2018 hasilnya sebanyak 41.993 hektare. Namun, luas panen di sepanjang tahun ini, tepatnya hingga 30 September 2019 hanya mencakup 36.021 hektare.

“Luas panen tahun ini prediksinya 41.322 hektare. Menurun sekitar 500 hektar dibandingkan 2018 karena ada puso 564 hektar,” ujar Agus menambahkan. Ia mengakui, suhu yang panas dan relatif lebih panjang menyebabkan lahan pertanian kekurangan air.***

Reporter : Rian sagita

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.