Muncul isu mahalnya Biaya Rapid Test, sebagai Bisnis di Atas Bencana

0
172

Baru-baru ini muncul isu ada pihak yang memanfaatkan pandemi Corona untuk bisnis rapid test. Seperti diketahui, hasil Pemeriksaan rapid test sudah menjadi syarat mutlak untuk masyarakat bepergian di era new normal.

Dilansir dari detik, ada tiga RS di Jakarta, yang menerapkan tarif berbeda untuk Pemeriksaan rapid test, masing-masing Rp 290.000, Rp 350.000, hingga Rp 425.000. Padahal Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai batasan tarif rapid test antibodi untuk COVID-19 maksimal Rp 150.000 yang ditetapkan 6 Juli 2020 lalu.

Pengamat Kesehatan Vincent Harjanto menilai memang ada bisnis yang dilakukan RS/Klinik di balik penerapan harga rapid test yang mencapai Rp 300.000 sampai Rp 400.000.

“Memang itu (bisnis, rapid test). Kalau mau turunin harga tunggu informasi dari manajemen, kalau mau naikin harga nggak usah tunggu, langsung naikin. Ini rumah sakit apa pedagang,” kata dia, Kamis lalu (9/7).

Dengan pemerintah menetapkan harga maksimal Rp 150.000, seharusnya pihak RS/Klinik bisa mengikuti kebijakan tersebut agar tidak terkesan mengambil keuntungan lebih.

“Harga impor US$ 3 (satu rapid test). US$ 3 tuh berapa sih Rp 43.000, anggap saja Rp 45.000 deh. Terus ongkos yang lain itu apa apa apa kenapa dijual Rp 350.000? Menurut saya (maksimal) Rp 150.000 fair lah artinya harus dapat keuntungan nanti ada tenaga dokter lah, ada penyediaan tempat lah dan sebagainya. kita nggak bisa bilang impor US$ 3 terus dijual Rp 50.000 itu nggak mungkin juga, tapi jangan Rp 350.000,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban berbeda pendapat dengan menilai harga yang sudah ditetapkan RS/Klinik saat ini sudah sesuai dengan segala perhitungan yang seharusnya. Jika harga tidak sesuai dengan perhitungan, maka RS/Klinik dianggap akan kesulitan ekonomi.

“Kalau ada swasta yang mendirikan saya kira prinsip ekonominya jadi sulit. Kan kalau laboratorium swasta itu for profit (untuk untung),” tandasnya. (ad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.