Padepokan Santri Manuk Heulang Mangunreja Tasikmalaya Pesantren Salafiyah Berwawasan Budaya dan Bahasa

0
6545

Beritalangitan.com – Ada yang menarik di kawasan Kp. Pojok Rt 05/07 Mangunreja Tasikmalaya, sebuah pondok pesantren yang menganut corak salafiyah yang baik nama, tampilan maupun karakteristiknya unik atau sedikit Nyeleneh, pesantren yang berdiri pada tahun 2011 lalu ini kini sudah mempunyai madrasah tsanawiyah dan satu kelas SMK, di bawah pimpinan sekaligus pendirinya ajengan Mimih Herman Hairuman.

Di lembaga ini punya satu peraturan baku bagi semua santrinya yaitu bahwa semua santri wajib sekolah dan semua siswa wajib nyantri dan mondok, dan santriwatinya wajib mengenakan kain, dan santriwan nya wajib mengenakan sarung, sampai saat ini sudah 150 santri yang bermukim juga sekolah di sini, pembagian mata pelajarannya pun dengan sederhana dibagi menjadi dua sesi, yaitu siang untuk sekolah dan ilmu bahasa inggris, sedangkan malam dan waktu shubuh untuk belajar agama.

Sosok ajengan Mimih Herman Hairuman  adalah sosok yang unik nyeleneh dengan rambut dan janggut nya yang panjang adalah pribadi ajengan yang berani tampil berbeda berani bicara lantang dan tegas selama itu sesuatu yang diyakininya benar, sebagai contoh, saat peresmian dan peletakan batu pertama di pesantren ini bukan oleh pejabat setempat, meski Bupati juga hadir pada saat itu melainkan oleh musisi kenamaan Iwan Fals yang didaulat hadir sengaja untuk acara peresmian tersebut.

pp manuk heulang

Yang menarik dari pesantren ini adalah semua santrinya dibebaskan dari biaya baik di pesantren maupun di sekolahnya, hanya untuk makan santri membawa beras dan masak sendiri,  saat ditanyakan sumber dana operasional sang Kyai menjawab bahwa operasional di sekolah didanai oleh Bos dan pesantren sepenuhnya di seponsori oleh salah satu perusahaan rokok ternama.

Saat team beritalangitan menyambangi kediamannya sang Kyai menuturkan bahwa latar belakang kenapa dirinya memilih cara dan gaya pesantren yang berbeda adalah kenyataan bahwa ditengah kemerosotan dunia pesantren saat ini memang perlu adanya inovasi segar dan menarik, sehingga masyarakat menaruh minat yang khusus bahwa sesuatu  yang berbeda ternyata masih cukup diminati di tengah masyarakat.

Selanjutnya dirinya juga tak menafikan banyaknya kecaman, cibiran dan hinaan yang ditujukan pada dirinya, namun semuanya itu di tepisnya dengan keyakinan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain, menurutnya Kyai itu jangan ekslusif, harus dekat dengan masyarakat agar bisa melayani dan memahami keinginan dan kebutuhan masyarakat disekitarnya.  (team beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.