Pemprov dan DPRD Sultra tolak rencana mendatangkan 500 TKA asal Tiongkok

0
343
Ketua Komisi II DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) Farhana Mallawangan (tengah) saat melakukan kunjungan ke PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), Rabu (18/3/2020) lalu. Kunjungan tersebut dalam rangka memastikan 49 tenaga kerja asing (TKA) yang baru datang dari China dalam keadaan karantina. (Foto: Farhana Mallawangan)

beritalangitan.com – Beredar kabar Perusahaan pemurnian nikel PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) di Morosi, Kabupaten Konawe telah mendapat izin dari Pemerintah Pusat untuk mendatangkan TKA asal Tiongkok pada tanggal 22 April lalu.

Namun kebijakan tersebut pun ditolak Pemprov dan DPRD Sultra, karena situasi menghadapi pandemi COVID-19.

“Meskipun rencana kedatangan TKA tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat dan sudah melalui mekanisme protokol COVID-19, namun suasana kebatinan masyarakat di daerah belum ingin menerima kedatangan TKA,” ujar Gubernur Sultra Ali Mazi mengutip Antara, Kamis (30/4). 

Ali menyarankan agar rencana kedatangan TKA pekerja PT VDNI Morosi harus ditunda untuk menghindari adanya reaksi masyarakat, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu atas kedatangan 49 tenaga kerja asing.

Senada dengan Gubernur Sultra, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh menegaskan bakal memimpin langsung demonstrasi jika 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok benar-benar datang.

“Kalau ini tetap dipaksakan datang (500 TKA), intelijen kita bisa mengawasi kapan datangnya. Saya akan memimpin langsung demonstrasi, semoga ini bisa menjadi sejarah, ini bisa dikenang sampai 2024,” kata Abdurrahman.

Abdurrahman mengungkapkan, jika para TKA tersebut datang di Sultra akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan dapat menimbulkan gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat.

“DPRD bukan antiasing, kita komitmen bahwa investasi dibutuhkan dan regulasinya harus dipatuhi, namun hari ini dunia sedang pandemik COVID-19, untuk itu mewakili fraksi kita tolak. Di satu sisi aturan regulasi benar tapi dampak kedepannya dan dampak sosialnya,” tegasnya. (aden)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.