Permadi: Saya dan Pelaku Penista Agama Lainnya Ditangkap Dulu sebelum Diperiksa

0
666
Diskusi Publik Keluarga Besar HMI tentang kasus Ahok di Jakarta, Senin (21/11/2016).

JAKARTA, 22/11 (beritalangitan.com) – Politisi senior Permadi menyatakan aparat kepolisian telah mempraktikkan ketidakadilan terhadap para tersangka pelaku penista agama di Indonesia selama ini.

Para tersangka itu, ungkapnya, ditangkap terlebih dahulu sebelum diperiksa setelah diketahui telah melakukan penistaan agama.

Tapi, perlakuan berbeda diterima Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kata dia. Tersangka penistaan agama ini sudah ditetapkan jadi tersangka tapi belum ditangkap hingga saat ini.

“Saya bersama pelaku penista agama seperti Aswendo, Lia Aminudin, dan puluhan lainnya ditangkap terlebih dahulu sebelum diperiksa,” kata Permadi dalam acara Diskusi Publik Keluarga Besar HMI, Senin (21/11/2016), lansir JITU Islamic News Agency.

Ahok saat ini jelas sudah jadi tersangka, tapi mengapa belum juga ditangkap seperti pelaku lainnya? Ungkapnya mempertanyakan.

Ia menduga Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah bertindak rasialisme dan diskriminasi dalam menangani kasus Ahok.

“Kenapa Ahok tidak ditangkap, tetapi saya dan pelaku penista agama lainnya yang pribumi ditangkap?” ungkapnya.

Permadi hanya menuntut kepolisian bertindak adil, seperti menangani kasus-kasus penistaan agama yang telah terjadi di Indonesia.

Permadi pernah tersandung kasus penistaan agama saat ia menyebut Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai “diktator yang baik” dalam sebuah diskusi mahasiswa.

Saat itu, Permadi dilaporkan dan diramaikan kasusnya oleh Din Syamsuddin yang kala itu masih sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah.* (hidayatullah.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.