Pesantren Gunung Cupu Pasarean Sumedang Berjuang Meluruskan Tauhid

0
2579
Ustadz Hilmi Ahmad Hidayat S.Pdi Pimp. PP Gunung Cupu

Sumedang, (beritalangitan.com) – Pesantren yang di sambangi team beritalangitan.com kali ini Terletak di sebuah bukit kecil tak jauh dari kantor Kementrian Agama Kabupaten Sumedang, tepatnya di jalan Pangeran Santri no 109 Pasarean Kotakulon Sumedang, jaraknya hanya beberapa menit dari kantor Kemenag Sumedang, tak heran jika Ustadz Hilmi Ahmad Hidayat S.P.di selaku pimpinan pesantren tersebut merupakan salah satu pengurus dan aktifis di MUI dan juga beberapa organisasi kemasarakatan lain.

Santri yang bermukim memang tak seberapa banyak disini, namun santri kalong dari masyarakat sekitar cukup banyak hingga  mencapai seratus orang, sejak didirikan pada tahun 2006 lalu memang masih terbilang masih baru bagi sebuah pesantren, tetapi perjuangan hingga sekarang  bagi Kyai asal Garut ini cukup panjang dan berliku, berbagai rintangan dan tantangan dihadapinya saat baru pindah ke lokasi ini, apalagi harus berhadapan dengan masyarakat saat itu yang masih suka berjudi sabung ayam.

Kebetulan lokasi yang didirikan pesantren saat ini adalah memang dulunya lokasi ayam terbesar di kota Sumedang saat itu, dan berdasarkan hal itu lah diirnya kemudian bertanya siapa pemilik tanah tempat berlangsungnya arena sabung ayam itu, setelah bertemu dengan pemiliknya dirinya mengatakn niatnya untuk membeli lahan tersebut untuk dibangun sebuah pesantren diatasnya, Beruntung pemilik lahan akhirnya mewakafkan sebidang tanah itu yang akhirnya dibangunkan sebuah pesantren hingga saat ini.

Pola berdakwah Kyai Hilmi ini cukup efektif ternyata, meski menghadapi masyarakat yang gemar berjudi dan berbagai aliran kepercayaan dan animisme yang masih kental di kota itu dihadpinya dengan penuh kesabaran, dengan perlahan dan lembut di rubahnya kaakteristik masyarakat hingga perlahan-lahan dapat berubah sampai banyak masyarakat yang tadinya gemar berjudi kini malah memasukan anaknya di pesantren tersebut bahkan bersedia menjadi donatur tetap.

Kyai Hilmi sangat yakin bahwa satu saat masyarakat se rusak apapun masih bisa berubah lebih baik asal di bina dengan baik dan penuh kesabaran, bagi Ustadz jebolan Miftahul Huda Manonjaya ini prinsip berdakwah adalah tiga hal yaitu bisa mencetak Alimin Mutaqin. imamul Mutaqin, atau Ulama’ul alimin, target yang di tujunya adala mencetak manusia bertaqwa, atau pemimpin yang bertaqwa, atau Ulama yang Alim, jadi meskipun santri itu kelak tak jadi ulama, paling tidak bisa jadi manusia bertaqwa atau pemimpin yang bertaqwa.

Kyai ini memandang pendidikan formal juga penting bagi santri atau Kyai, menurutnya pendidikan formal dapat menunjang agar dapat lebih jauh berperan di masyarakat, tetapi dibalik itu meski mendukung akan pendidikan formal dirinya berharap bisa menjalankan pesantren murni salafi, kendati mengaku belum bisa menjalankan konsep salafi sepenuhnya namun dirinya yakin suatu saat pondok salafi akan kembali diminati kembali oleh masyarakat, dan calon-calon pemimpin berkualitas akan lahir dari pesantren, karena pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang mencetak manusia yang berakhlak baik dan berkualitas.   (team beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.