Psikolog: “Konsumsi Berita Corona berlebihan, pengaruhi Mental”

0
280

beritalangitan.com – Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Gorontalo, Sukma Nurilawati Botutihe, mengungkapkan di tengah wabah COVID-19, ada perubahan mental masyarakat.

Ketika informasi yang dikonsumsi adalah berita negatifnya. Misalnya, angka kematian yang tinggi, hal ini justru membuat kesehatan mental masyarakat terganggu akibat stres, panik, dan ketakutan lainnya.

“Justru semakin memperparah kondisi mentalnya, karena informasi yang diperoleh bukan memberi ketenangan atau mengalihkan stres yang dirasakan, tapi malah menggugah rasa takut dan cemas yang berlebihan, serta emosi lainnya, seperti marah dan kecewa. Yang ujung-ujungnya bisa memicu agresivitas, baik secara verbal maupun non-verbal,” ucapnya.

Awalnya, masyarakat masih akan bersikap santai dan menganggap biasa saja, bahkan bercanda, tapi semakin disuguhi informasi negatif, dengan dominasi pemberitaannya, kecemasan masyarakat mulai terlihat.

“Ini bisa disebabkan karena selain stres dengan berita-berita tentang COVID-19 yang menakutkan, perubahan psikis juga bisa disebabkan karena hal lain. Misalnya rasa jenuh. Work From Home (WFH) yang tadinya dimaknai semacam liburan saja, makin lama dirasakan seperti tekanan. Belum lagi tekanan dan desakan ekonomi. Ini juga pasti dampaknya luar biasa dan bisa menjadi stres yang tinggi buat masyarakat,” kata sukma dilansir dari Kumparan (2/4/2020).

Menurut Sukma, jika ini terjadi bersamaan dan timbul kepanikan massal, maka yang dikhawatirkan juga bisa berdampak pada agresi massal. Dan sangat berbahaya menurutnya.

“Dalam teori sosial, ada yang disebut dengan social contagion. Jadi emosi negatif yang dirasakan bisa memengaruhi orang lain dan akhirnya memicu kekerasan massa. Biasanya ini terjadi saat tawuran, demo anarkis atau penjarahan dan sebagainya. Kita berdoa dan berharap semoga tidak terjadi ya,” tutupnya. (RS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.