Pusat Kajian Anti-Korupsi Mendesak KPK Buka 14 Nama yang Kembalikan Uang Korupsi KTP-El

0
516

Perwakilan dari Gerakan Sapu Koruptor (Satu padu Lawan Koruptor) melakukan aksi simbolik kawal kasus korupsi KTP elektronik di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (19/3).

SLEMAN, 22/3 (beritalangitan.com) — Pusat Kajian Anti-Korupsi atau Pukat Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi membeberkan 14 nama yang telah mengembalikan uang dalam kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el). “Kami memberikan dukungan penuh kepada KPK untuk menuntaskan kasus mega korupsi KTP-el. Kami meminta KPK untuk membuka nama 14 orang yang telah mengembalikan uang hasil korupsi tersebut, demi tegaknya rasa keadilan dalam kasus tersebut,” kata peneliti Pukat-Korupsi UGM Hifdzil Alim di Yogyakarta, Rabu (22/3).

Dilansir dari republika, Pukat-Korupsi UGM meminta KPK untuk terus melanjutkan proses hukum kasus korupsi KTP-e yang telah berjalan. “Kami minta KPK tidak gentar terhadap berbagai upaya intimidasi yang dilakukan sejumlah pihak di luar KPK,” katanya.

KPK diharapkan juga bisa transparan dalam menangani kasus tersebut, salah satunya dengan menyebutkan 14 nama orang yang telah mengembalikan uang. “Dalam pandangan kami, langkah membeberkan 14 nama yang telah mengembalikan uang korupsi KTP-el, dapat menutup celah bagi upaya pelemahan berkedok revisi undang-undang KPK,” katanya.

Hifdzil mengatakan, jika upaya DPR merevisi UU KPK dengan mendesain dewan penasehat berhasil dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi revisi yang lebih luas lagi. “Kami menolak adanya revisi UU KPK tersebut, serta segala upaya yang bertujuan melemahkan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.