Ribuan Siswa Ikut Olimpiade Quran dan Sains Tingkat Asia Tenggara di Bandung

0
439

BANDUNG, 26 (beritalangitan.com) — Sekitar 3.500 siswa tingkat SD, SMP, dan SMA dibawah naungan Muhammadiyah se-Indonesia serta sejumlah sekolah Islam dari negara Asia Tenggara akan mengikuti kegiatan Olimpiade Quran dan Sain ( The Olympiad Quran and Sains)  Olyq III Tahun 2017. Kegiatan yang akan digelar Rabu hingga Kamis (26-27 April) di Sarana Olahraga ( SOR) Arcamanik, Kota Bandung.

Rencananya kegiatan tersebut akan dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad. Sejumlah pejabat rencananya akan hadir antara lain Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, dan pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Olyq III, Iwan Kurniawan, MAg, kegiatan dengan tema ” Masagi Kahiji untuk Mencerahkan Negeri” , kegiatan tersebut diselenggarakan oleh  Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM) Kota Bandung, SD-SMP Muhammadiyah Antapani Bandung, Jaringan Penggerak Sekolah Muhammadiyah ( JPSM) Indonesia, dan sekolah-sekolah Islam di negara Asia Tenggara.

Ia mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk mempererat silaturahim dan persaudaraan sekolah Muhammadiyah, meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah, mengoptimalkan kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosional, meningkatkan minat dan bakat di bidang Keislaman, pengetahuan, dan teknologi, serta menjaring bibit unggul dan berprestasi.

Iwan mengatakan, kegiatan tersebut juga bertujuan mengapresiasi bakat dan minat peserta didik di bidang keagamaan dan ilmu pengetahuan  umum dalam bentuk kompetisi dan silaturrahim.

Adapun kegiatan utama Olimpiade dan Sain ini antara lain, musabaqoh tilawatil  Alquran, musabaqoh tartil Alquran, musabaqoh hifzhil Alquran, musabaqoh kaligrafi Alquran, lomba adzan, musikal terjemah Alquran/nasyid, robitik, roket air, inovasi teknologi permainan, inovasi teknologi pembelajaran, majalah sekolah, web sekolah, kepala sekolah cemerlang, prospektus sekolah, panahan, dan pidato bahasa Arab dan Inggris.

“Peserta tak hanya menguasai ilmu-ilmu keislaman tetapi juga menguasai ilmu oengetahuan dan teknologi,” ujarnya dikutip Republika.co.id, Selasa (25/4).

Para peserta berasal dari sejumlah daerah, antara lain dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Para peserta, kata dia, mengikuti acara tersebut dengan biaya swadaya. Selama di Bandung, kata dia, peserta menempati sejumlah sarana milik organisasi Muhammadiyah serta kader Muhammadiyah.

Tak sedikit  dari mereka ditampung di sejumlah rumah milik kader dan simpatisan Muhammadiyah. Untuk kebutuhan makanan, imbuh dia, anggota Muhammadiyah melakukan gotong-royong dengan menyumbang dalam bentuk uang dan makanan.

“Kegiatan ini hasil swadaya seluruh anggota Muhammadiyah,” ucap Iwan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.