Sejarah Ikatan Mahasiswa Muslim Peduli Pangan dan Gizi (IMMPPG)

0
2172

Dikutip dari majalah Hidayatullah yang terbit di tahun 2001. Masyarakat dibuat heboh, akibat fatwa LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang mengharamkan produk Ajinomoto. Sebab, berdasarkan penelitian MUI, bahan baku Ajinomoto “ditengarai” dicampur dengan lemak babi.

Sebelum itu, sebenarnya Ajinomoto sudah mengantungi sertifikat halal dari MUI. Namun itu hanya berlaku dua tahun, dan berakhir sejak Juni 2000. Setelah tanggal itu, pihak Ajinomoto tak melakukan pemeriksaan lagi ke MUI. Maka, seluruh produk Ajinomoto harus ditarik dari peredaran dan stok baru dipasarkan setelah mendapat sertifikat halal yang baru.

Berkaca dari kasus itu, munculah kekhawatiran umat muslim bahwa perusahaan sekelas Ajinomoto saja bisa mencoba-coba “keberuntungan” dengan mengekstrak kandungan barang haram ke dalam produknya, lalu bagaimana dengan produsen home industry yang menjamur bebas tanpa pengawasan intensif. Bagaimana dengan produk-produk sejenis yang sering dipakai untuk mengolah bumbu masakan pada pedagang kaki lima, padahal umat banyak yang tidak memperhatikan apakah ada label halal yang tertera. Apakah kita hanya akan membiarkan masyarakat terjebak dengan ketidaktahuannya dan diam saja saat pedagang nakal memasukkan kandungan haram dan berbahaya ke dalam produknya.

Keadaan itu belum seberapa jika kita mencermati status produk yang biasa kita konsumsi. Persoalannya lebih pelik lagi ketika Data BPS tahun 2005 menunjukkan Industri Pangan Indonesia Tercatat 945.733 perusahaan. Sedangkan dari data MUI, hanya 16.040 atau sekitar 20 persen produk saja yang bersertifikat halal. Jumlah itu didominasi produk pangan. Sedangkan perusahaan obat dan kosmetika yang mengantongi sertifikat halal baru lima perusahaan. Itupun, hanya lima produk yakni dua item kosmetika dan tiga item obat yang besertifikat.

Kondisi itu mendorong kalangan peneliti khususnya dibidang pangan dan gizi memberikan fokus perhatian mereka dalam masalah ini. Mulai muncul banyak penelitian, pengkajian, seminar, loka karya, sosialisasi, bahkan pembentukan lembaga yang digerakkan oleh mahasiswa.

Adalah Dr. Sucipto, dosen Fakulatas Teknologi Pertanian UB, bersama para mahasiswanya rutin mengadakan sosialisasi kehalalan pangan untuk pedagang makanan kaki lima dan UMKM di Malang. Untuk membantu upaya kampanye penyadaran ini memang dibutuhkan kerjasama kaum akademisi, mahasiswa dan dosen, demi pengabdiannya kepada masyarakat. Kampus diharapkan mampu menjadi kiblat pemikiran dan tempat masyarakat mencari tahu tentang konsep halal dari lingkup spiritual, kesehatan hingga bisnis.

Mahasiswa diharapkan aktif melakukan kampanye penyadaran kepada masyarakat di segala segmen mulai dari pelajar sekolah hingga ibu-ibu rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan sebuah wadah amal yang menghimpun para mahasiswa ini agar fokus dalam satu gerak langkah mengkampanyekan konsep Halal dan Thoyyib kepada umat muslim.

Maka, Tanggal 8 Oktober 2004 atas inisiasi para mahasiswa yang aktif di beberapa kampus di Pulau Jawa, dibentuklah Ikatan Mahasiswa Muslim Peduli Pangan dan Gizi (IMMPPG). IMMPPG dideklarasikan di Universitas Brawijaya Malang dengan Taufik Maryusman, S.Gz, M.Pd –yang saat itu masih menempuh pendidikan di Poltekkes Jakarta- sebagai ketua umum pertamanya. Lembaga ini didirikan dengan tujuan pencerdasan kepada masyarakat muslim Indonesia tentang konsep halal, agar syi’ar halal yang selama ini diabaikan mulai diperhatikan kembali. IMMPPG menghimpun seluruh Lembaga Kerohanian Islam (LKI) atau Divisi Kerohanian BEM di Kampus yang menjadi anggotanya. Sampai saat ini masih ada 11 kampus yang bergabung, antara lain:

1. Keluarga Mahasiswa Muslim Teknologi Pertanian (KMMTP) Universitas Gadjah Mada

2. Forum Kajian Islam Teknologi Pertanian (FORKITA) Universitas Brawijaya

3. Keluarga Mahasiswa Islam (KMI) GAMAIS Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman

4. Kerohanian Islam Fakultas Teknologi Pertanian (Kosinusteta) Universitas Negeri Jember

5. FUSI Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret

6. ROHIS Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Padjajaran

7. DKM Al Fajar Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II

8. Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang

9. PRISMA AL KAUTSAR Poltekkes Kemenkes Bandung

10. BEM Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

11. Forum Bina Islami (FBI) Fateta Institut Pertanian Bogor

Demikian semoga bermanfaat, dan sebagai penutup kami tuliskan Taujih ini yang disampaikan oleh Ust Rahmat Abdullah sebagai pengingat kepada kita semua akan pentingnya kesungguhan dalam melakaukan amal.

“Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.” http://www.immppg.org

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.