Sempat di tolak, rencana mendatangkan TKA asal China akhirnya di izinkan

0
101
Sebanyak 156 orang TKA tiba di Bandara Haluoleo Kendari pada Selasa (23/6/2020) malam pukul 20.40 Wita. Ratusan TKA tersebut akan bekerja membangun smelter di PT VDNI dan PT OSS, Morosi, Kabupaten Konawe. (ANTARA/Harianto)

Beritalangitan.com – Sebanyak 156 tenaga kerja asing (TKA) asal China tahap pertama telah tiba tadi malam sekitar pukul 20.40 WITA, di Bandara Haluoleo Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (23/6).

Massa pengunjuk rasa, Selasa (23/6/2020) malam di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. (ANTARA/Harianto)

Sempat terjadi Demontrasi penolakan terhadap kedatangan TKA tersebut, hingga berlangsung ricuh hingga Rabu dini hari tadi (24/6), di simpang empat menuju Bandara Haluoleo di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan.

Massa pengunjuk rasa yang menolak kedatangan TKA di Sultra, Selasa (23/6/2020). (ANTARA/Harianto)

Sebelumnya Pemprov Sultra sempat menolak untuk mendatangkan TKA asal China karena situasi menghadapi pandemi COVID-19. Namun karena situasi saat ini memungkinkan maka kedatangan TKA tersebut di izinkan.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, Para TKA itu bakal bekerja membangun smelter di PT VDNI dan PT OSS, Morosi, Kabupaten Konawe, proyek yang dapat menyerap ribuan pekerja lokal di daerah tersebut.

Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi. (Sitti Harlina/detikcom)

“Karena mereka menggunakan produk dari China, bahasanya China. Semua kita kan ndak bisa dan satu tenaga kerja asing itu di-backup lima sampai tujuh orang kita (pekerja lokal),” kata Ali Mazi, seperti dilansir Antara, Selasa lalu (16/6).

Selain dapat menyerap ribuan pekerja lokal, Ali Mazi juga menyampaikan kedatangan ratusan TKA tersebut juga dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Namanya juga investor, kita harus menjaga harmonisasi agar tenaga kerja (lokal) bisa bekerja, pengangguran, kemiskinan bisa berkurang dan ini suatu kesyukuran bagi kita, karena itu adalah perusahaan internasional. Mereka datang berinvestasi dan investasinya nggak tanggung-tanggung Rp 42 triliun. Kita punya APBD aja cuma Rp 4,2 triliun. Nah kita harus jaga kalau seperti itu,” tutur Ali Mazi. (aden)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.