Suara Anak Aleppo: “Ini Mungkin Terakhir Anda Melihat Kami”

0
386

ALEPPO, 18/12 (beritalangitan.com) – Sebuah pesan video dari anak-anak yang mengatakan bahwa mereka tinggal di rumah anak yatim, di salah satu daerah terakhir benteng tempur antirejim Bashar Al-Assad, muncul pada saat-saat akhir pertempuran di Aleppo, Suriah .

Sekitar 30 anak dari bayi sampai usia 12 atau 13 tahun, memakai topi dan baju musim dingin, bersesak-sesak di depan kamera, berdiri dengan penuh kesabaran dalam barisan, ketika seorang dari mereka memberikan perintah.

“Nama saya Jasmine Kaimouz dan saya berusia 10 tahun. Saya bersama 47 anak-anak lagi. Mereka seperti saudara saya.”

“Ini mungkin kali terakhir Anda melihat atau mendengar dari saya. Pesawat terus melancarkan serangan. Dengan nama hak asasi manusia dan hak anak-anak, kami berharap mereka dapat membawa kami keluar dari Aleppo.”

“Kami tidak dapat keluar karena takut dibom. Kami harap mereka dapat mengeluarkan kami dari sini. kami ingin melanjutkan hidup seperti yang lain di dunia. Kami ingin perdamaian. Kami berdoa agar dapat hidup. ”

Rekaman video itu muncul siang kemarin, sebelum kesepakatan gencatan senjata yang baru dicapai, untuk memindahkan orang sipil dan pejuang dari kota itu.

Tidak jelas berapa jumlah penduduk yang masih tinggal di benteng terakhir pejuang pembebasan, tetapi evakuasi yang dimulai kemarin pagi, melibatkan ribuan korban perang yang dibawa ke wilayah Idlib masih tertunda.

Evakuasi penyelamatan dihentikan setelah tim White Helmets melaporkan bahwa seorang anggota mereka ditembak mati oleh penembak jitu militer yang pro rezim Bashar, sementara tiga lagi cedera, saat mereka membuka jalur untuk ambulans.

Wilayah yang dikuasai kelompok oposisi penentang rezim Bashar al Assad di timur Aleppo, sudah hancur setelah dibom jet-jet Rusia sejak September, yang menargetkan sekolah, pabrik roti dan fasilitas medis.

Sejak semua pasokan diblokir dan pengepungan dilakukan pada Juli lalu, diperkirakan sekitar 250.000 orang sipil di daerah itu menghadapi kelaparan, lapor pemantau hak asasi manusia.* (Hidayatullah.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.