Survei: Hak Umat Muslim di AS Kurang Diperhatikan

0
602
Kelompok Muslim Amerika Serikat mengampanyekan anti Islamofobia (world bulletin)

WASHINGTON DC, 31/12 (beritalangitan.com) — Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Associated Press (AP) dan Pusat Riset Opini Nasional Amerika Serikat, warga Negeri Paman Sam menilai lebih penting melindungi kebebasan beragama bagi penganut Kristen daripada Muslim.

Dalam survei yang dirilis pada Rabu (30/12), mayoritas responden menyebut sangat penting bagi AS untuk menjaga kebebasan beragama secara umum. Tetapi, hasil survei bercabang ketika ditanyakan tentang hak suatu agama secara spesifik.

Sebanyak 82 persen responden mengatakan, penting untuk menjaga kebebasan beragama umat Kristiani. Sementara untuk Islam, terdapat 61 persen responden menyatakan hal serupa.

Sekitar 70 persen responden menilai penting kebebasan beragama bagi Yahudi dan 67 persen bagi penganut kepercayaan agama Mormon. Preferensi untuk hak-hak beragama Kristen juga lebih tinggi dari Islam ketika diuji pada responden lintas partai.

Sebanyak 88 persen dari Partai Republik mengatakan penting untuk melindungi hak-hak orang Kristen, sementara hanya 60 persen mengatakan hal yang sama untuk umat Islam. Di antara Partai Demokrat, 83 persen responden mengatakan, penting untuk melestarikan kebebasan beragama Kristen dibandingkan dengan 67 persen yang mengatakan hal sama bagi umat Islam.

Direktur Pusat Kebebasan Beragama Institut Newseum Charles Haynes mengatakan, hasil survey menunjukkan ketidaksepahaman mendasar tentang definisi kebebasan beragama.  “Masyarakat dalam tradisi berbeda dengan komitmen ideologis berbeda akan mengartikan kebebasan beragama secara berbeda,” ujar Haynes seperti dilansir republika.co.id yang dikutip dari The Hill. (die)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.