Tahsin Bulanan Korep Hijrah, “Memahami Islam Berawal dari Memperbaiki Bacaan Al-Qur’an”

0
440

Cianjur, beritalangitan.com – Komunitas Remaja Peduli Hijrah(KOREP HIJRAH )
kembali menyelenggarakan kajian Tahsin, yang diselenggarakan di komplek Yayasan BPPI HOS.Cokroaminoto Sukaresmi Kabupaten Cianjur Ahad 08/03/20.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama KOREP Hijrah dengan Yayasan BIsNet bidang pendidikan (Daarul Ummah Institute). Tampil sebagai narasumber, Ambu Sani Nurmalia, yang merupakan anggota tim pengembangan kurikulum pendidikan dari Daarul Ummah Institute.

Tema yang diangkat tentang penerapan makharijul huruf pada surat as-syams. Menurut Ambu Sani, surat ini cocok dijadikan sumber belajar dengan harapan para peserta dapat membedakan huruf-huruf yang sering tertukar pelafalannya menjadi sesuai dengan makhrajnya secara benar.

Fani, salah satu peserta mengatakan bahwa kegiatan ini awalnya cukup sulit untuk dipraktekkan, namun dengan cara dan pembawaan ambu dalam menjelaskan, memberi keseruan tersendiri, sehingga mampu menjaga semangat para peserta untuk belajar.

Ketua panitia Yasa Lutfiah S.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak remaja agar mencintai sumber ajaran agamanya, yaitu Al-Qur’an.

“Lebih jauhnya, kami berharap (dengan kajian tahsin-red) ini bisa menjadi jembatan bagi para remaja untuk mau mengenal Rabbnya, mengenal Rosulnya, dan mengenal Islamnya.

Yasa mengatakan, awalnya komunitas ini terinspirasi dari maraknya fenomena remaja-remaja hijrah. Khawatir para remaja ini salah berhijrah, maka beserta rekan-rekan guru, berinisiatif membuat KOREP Hijrah sebagai langkah untuk menjaga generasi remaja agar benar dalam memahami konsep hijrah.

Meskipun pengurus KOREP Hijrah ini sudah banyak yang berprofesi sebagai guru muda dan usahawan muda, namun semua itu tidak menjadi halangan bagi mereka untuk memberi warna pada remaja-remaja.

“Memperjuangkan suatu organisasi itu tidak mudah, apalagi jika anggotanya udah masuk dunia kerja, namun hal itu bukan berarti kita harus putus komunikasi, kita harus tetap menjaga silaturahmi dengan anggota baru maupun lama, meski sudah tidak remaja lagi.” Pungkas Yasa

Rian Sagita

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.