Tampil Nyentrik, “Baksos Cukur Gratis” digelar asosiasi tukang cukur Sukabumi

0
1199

Sukabumi, beritalangitan.com – Komunitas Baraya Pangkas Rambut Sukabumi (BPRS) menggelar acara Kopi Darat (Kopdar) Akbar dengan bertemakan “Ngahiji ngarah jadi sawargi, Ngahaja ngarah jadi baraya” Kopdar Akbar yang digelar untuk yang ke enam kalinya ini bertujuan agar para rekan BPRS dapat bersilaturahim dan juga bisa saling berbagi ilmu dan skill sehingga dapat terjalin kerjasama kedepannya.

Kopdar Akbar  komunitas mereka yang berprofesi sebagai pemangkas Rambut ini digelar di Jalan Ahmad Yani, Samping Pendopo, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Dengan dihadiri tak kurang kurang dari 40 orang anggota BPRS, acara kopdar ini sekaligus pembukaan pangkas rambut “Wa Ajid” BPRS menggelar Tasyakuran atas berdirinya pangkas rambut “Wa Ajid” juga menggelar Bahkti Sosial Cukur Massal dengan dilakukannya pembagian 500 vocer cukur free, untuk siapa saja yg telah memiliki voucher yg telah di sebarkan sejak pekan lalu.

Cepi Herdiana- Ketua BPRS

BPRS awalnya di dirikan sejak akhir 2006 yang di ketuai oleh Cepi Herdiana, dengan Penasehat Ipan Rusvansyah dan Ajid sebagai Pembinanya.

Awalnya jumlah anggotanya berjumlah 5 orang, seiring berjalannya waktu pada tahun 2017 anggota semakin bertambah hingga 40 orang yang sudah memiliki id card, sedangkan saat ini jumlah anggota yang belum memiliki id card sekitar 30 orang.”ungkapnya

Cepi mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini, kepada rekan – rekan BPRS yang telah berupaya mensukseskan dan dapat hadir bersama. Kami berkomitmen untuk berperan aktif memajukan BPRS di Sukabumi menjadi lebih baik dan juga profesional dalam memberikan pelayanan terhadap konsumen, Ibarat pepatah mengatakan “Konsumen itu sebagai raja” maka kami harus memberikan pelayanan yang baik terhadapnya. tutur ketua BPRS, Cepi Herdiana dalam acara pembukaan Kopdar Akbar 2018, Sukabumi,  (14/03/2018).

Selain Keahlian mencukur ternyata rekan – rekan BPRS juga memiliki potensi seniman yang luar biasa seperti kang heri, disamping ia profesinya sebagai tukang cukur ia juga dapat memanfaatkan sampah menjadi produktif menjadi lukisan yang luar biasa.”tutupnya

Reporter : Agus Setiawan
Editor       : Andriansyah
Redaktur : D. Udas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.