Terjadi lagi kasus ‘Pelecehan’ Nabi Muhammad, Kepsek Minta Maaf “Salah Edit Soal”

0
372

Sumbar, beritalngitan.com – Kembali masyarakat dihebohkan dengan kasus ‘pelecehan’ terhadap nabi Muhammad SAW pada soal ujian semester I kelas IV SD mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, membuat resah masyarakat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Solok telah memanggil seluruh pihak terkait untuk dimintai keterangan.

“Dinas Pendidikan telah membatalkan soal ujian agama untuk Kelas IV ujian dan harus melakukan ujian ulang mata pelajaran agama Islam di seluruh SD di Kec. Junjung Sirih. Selain itu saya telah memanggil semua pihak terkait untuk diminta keterangan serta mempertanggungjawabkan masalah tersebut,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kab. Solok, Zulkisar, S,Pd, MM ketika dikonfirmasi lewat telepon, Rabu sore (11/12/2019).Dilansir dari Portalberitaeditor.com

Menurut Zulkisar, kesalahan tersebut bukan terletak pada pembuat soal tapi pada tingkat Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) yang merevisi soal ujian, dalam hal ini Rosmalini Kepala SDN 12 Paninggahan. Pihak terkait telah mengakui kesalahannya dan membuat penyataan maaf secara tertulis.

“Soal ujian tersebut dibuat oleh Veri Herianti, S.Pd.I, seorang guru agama yang masih berstatus CPNS. Karena akan mengikuti pelatihan prajabatan, soal yang dibuatnya dititipkan pada P3S untuk diperiksa dan direvisi. Pada tahap inilah soal itu terjadi perubahan yang akhirnya menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Zulkisar.

Soal asli : Selaku umat Nabi Muhammad SAW sebaiknya meneladani sikapnya. Sebagai pelajar yang tidak patut kita contoh dari pernyataan dibawah adalah…

Soal direvisi menjadi : Di bawah ini yang merupakan sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani adalah..

Ketika ditanya tentang sanksi yang akan diberikan kepada pihak yang telah membuat kesalahan, Zulkisar mengatakan, piihaknya akan memberi teguran tertulis. Setelah itu hal ini akan dilaporkan kepada Bupati Solok secara tertulis. Baru kemudian ditetapkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Selain itu pihak yang terkait akan diperintahkan membuat penyataan maaf secara terbuka kepada masyarakat melalui mass media,” kata Zulkisar. [](Rian Sagita)

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.