Usai Sterilisasi Ribuan Jamaah dari Berbagai Negara Kembali Laksanakan Shalat Jum,at

0
163

Makkah, beritalangitan.com – Otoritas Masjidil Haram kembali menyelenggarakan ibadah salat Jumat pertama kalinya sejak penutupan mataf (lokasi tawaf) dan masa (lokasi sa’i) dilakukan. Ribuan jemaah berduyun-duyun memasuki Masjidil Haram, namun mereka kesulitan mendekati Ka’bah, Jumat (06/03/2020).

Hari sebelumnya, semalaman setelah salat Isya sampai salat Subuh, Masjidil Haram ditutup oleh otoritas Kerajaan. Penutupan dilakukan guna sterilisasi menyeluruh untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona di Tanah Suci.

Selama khutbah Jumat di Masjidil Haram, Sheikh Abdullah Awad Al-Juhani mengatakan bahwa prosedur darurat yang diambil oleh pihak berwenang untuk mencegah penyebaran virus sesuai dengan hukum syariah.

“Langkah-langkah oleh Kerajaan untuk menangguhkan Umrah untuk membatasi penyebaran epidemi ini sejalan dengan teks-teks Syariah,” katanya kepada jamaah seperti dilansir dari publikasi Arab News, Jumat (06/03/2020).

Dalam tayangan langsung di internet, terlihat Masjidil Haram masih dipadati jamaah untuk melaksanakan salat Jumat. Jemaah terlihat baik di dalam masjid maupun di luar.

Zainuddin Zeta Saputra, warga negara Indonesia yang tinggal di Makkah, mengatakan jumlah jemaah saat ini jauh lebih sedikit dibanding biasanya. Hal ini bisa dimaklumi, karena Saudi telah menangguhkan umrah untuk jemaah dari dalam dan luar negeri.

“Biasanya di tahun-tahun sebelumnya di bulan Rajab, apalagi hari Jumat, luar biasa ramai. Tapi sekarang jauh berkurang sekali. Saat ini kira-kira jemaah yang hadir 30 persen dibanding biasanya,” kata Zainuddin.

Karena jemaah yang datang sedikit, Zainuddin mengatakan, bagian dalam Masjidil Haram masih belum penuh pada pukul 11.30. Salat Jumat sendiri digelar sekitar pukul 12.30. “Biasanya jam 11.00 pintu sudah ditutup oleh askar (polisi), sekarang saya masih bisa masuk,” lanjut Zainuddin yang sudah 4 tahun tinggal di Makkah.

Menurut pantauan Zainuddin, wilayah mataf di sekitar Kakbah masih tertutup untuk jemaah. Jemaah tidak ada yang boleh turun ke pelataran Ka’bah, tangga dibarikade dan dijaga askar.

Pada hari Kamis (05/03), Kerajaan mengumumkan langkah-langkah untuk melindungi jamaah agar tidak terinfeksi virus. Salah satunya menutup dua Masjid Suci satu jam setelah salat Isya dan membukanya satu jam sebelum salat Subuh.

Langkah-langkah lain termasuk penutupan sementara daerah sekitar Ka’bah di mana para peziarah berjalan mengelilinginya tujuh kali (thawaf) dan antara bukit-bukit Safa dan Marwah (Sa’i).

Rian Sagita

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.