Walikota Bandung Himbau Warga tetap berkurban saat Pandemi

0
42
ilustrasi memotong hewan kurban

Bandung beritalangitan.com – Jelang Hari Raya Idul Adha beberapa minggu lagi Wali Kota Bandung, Oded M. Danial himbau umat muslim meski dalam kondisi pandemi agar tetap berkurban pada Idul Adha 1441 Hijriah mendatang.

Namun Oded meminta agar warga tetap memperhatikan protokol kesehatan saat menyembelih dan terutama saat membagikan hewan kurban seperti dilansir Radar Bandung (28/6/20)

Wali kota mengungkapkan hal itu saat memberikan arahan kepada 40 DKM se-Kelurahan Antapani Kidul terkait ibadah Idul Adha di tengah pandemi Covid-19 di Masjid Baitul Mukmin Jalan Purwokerto, Minggu (28/6/2020).

“Saya mengimbau kepada semua warga Kota Bandung, DKM dan tokoh masyarakat, dalam rangka Idul Adha, saat Salat Id, tetap harus dijaga protokol kesehatannya. Di masjid atau lapangan yang penting jaga jaraknya,” katanya.

Menurutnya, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Seperti membagikan kurban dalam bentuk kemasan atau disalurkan melalui Rumah Potong Hewan (RPH).

“Ada juga yang menyarankan dalam bentuk makanan matang ada juga kornet. Mereka (warga) belikan kambing atau sapi, diolah oleh mereka (penyedia hewan kurban) menjadi kornet. Saya kira itu teknis, pada prinsipnya semangat berkurbannya jangan sampai hilang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Kota Bandung, Bambang Sukardi menjelaskan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di tengah pandemi harus lebih hati-hati. Harus mengutamakan kebersihan dan menjaga jarak.

“Terutama kepada seluruh panitia kurban yang ada di DKM masing-masing. Harus berkomitmen menaati protokol kesehatan. Di antaranya menggunakan masker, itu wajib,” tuturnya.

“Tempatnya juga harus clear dan bersih. Sebelumnya disemprot disinfektan, peralatan yang digunakan panitia dibawa masing-masing dan sudah bersih, sebelum maupun sesudah digunakan,” imbuhnya.

Ia mengimbau, untuk kepanitiaan Idul Adha pun tidak perlu terlalu banyak. “Gunakan tenaga professional untuk yang memotong. Dalam pelaksanaan pembagian hewan kurban, perlu diantisipasi juga agar tidak ada kerumunan,” pinta Bambang.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri telah merilis protokol kesehatan yang wajib dilakukan di Hari Raya Idul Adha 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Protokol kesehatan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Covid-19. 

(D.U)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.