Penciptaan Nutfah (Zigot)

0
1170

Beritalangitan.com – Sebagaimana makhluk hidup pada umumnya, manusia juga tercipta dari jenis laki-laki dan perempuan. Gamet-gamet (sel-sel germinal) laki-laki dan perempuan bertemu di tempat terluas serviks dalam rentang waktu 12 sampai 48 jam hingga menghasilkan sebuah formasi zigot manusia yang baru dan berbeda. Walaupun pada awalnya ada sekitar 300 sampai dengan 600 juta sperma yang siap bertemu dengan ovum atau sel telur, namun hanya satu sperma yang sejak awal telah ditakdirkan bisa masuk ke dalam sel telur. Agar pembuahan bisa terjadi, pada setiap ejakulasi minimal harus tersedia 400 juta sperma.

Hanya 300 sampai 500 dari sperma ini yang dapat mencapai titik di mana sperma bisa bertemu dengan sel telur (ovum) di tuba (saluran), dan sebanyak mungkin sperma harus mengelilingi telur agar zigot bisa terbentuk. Jika hanya tersedia 60 sampai 70 juta sperma yang terejakulasi maka hanya 60 sampai dengan 70 juta darinya yang bisa mencapai titik dimana sperma bisa bertemu dengan telur di dalam tuba atau saluran, inilah salah satu penyebab kemandulan pada pria. 300 sampai 500 sperma yang berjuang keras agar dapat masuk kedalam telur ini akan bertemu dengan lapisan sel (corona radiata) yang secara berturutan terletak di sekitar daerah radiata. Sebuah cairan dikeluarkan dari zona radiata yang ditempatkan di ujung sperma dan menusuk euchromosome

Setiap jenis enzim dibebaskan setelah euchromosome pecah, yang ditugaskan untuk mengatasi hambatan adanya pemisahan sebelum sperma. Tugas dari enzim hyaluronidase misalnya adalah untuk menusuk lapisan sel paling luar (corona radiata) yang berfungsi melindungi telur. Secara resultan sperma melewati lapisan sel ini dan menempel pada zona radiata (zona pellucida). Enzim kuasitripsin dissolutive (proteolitik) digunakan untuk mengatasi zona radiata. Hanya satu atau paling tidak dua dari 12 sperma yang sedikit ini bisa menempel di zona radiata dan mengatur pe-netrasi ke dalam telur.

Telah diperkirakan bahwa pluralitas sperma di sekitar telur, berlawanan dengan tingkat kejarangannya sehingga hal ini memfasilitasi proses masuknya sperma ke dalam telur. Sperma melakukan penetrasi kedalam telur dengan ekornya, akan tetapi selaput ekornya tetap berada di luar. Selaput pelindung ovum (zona pellucida) mulai mendifusikan kalsium pada menit-menit pertama penetrasi sperma dan secara resultan, granula terlepas, reseptor menghilang dan secara struktural telur akan terbentuk. Konsekuensinya sebuah lapisan tebal akan terbentuk disekitar pelindung ovum (zona pellucida) untuk mencegah penetrasi dari sperma lainnya. Setelah sperma melakukan penetrasi ke dalam sel telur maka proses “peleburan atau fusi” pun dimulai. Peleburan atau yang lebih lazim disebut pembuahan adalah proses penyatuan antara sperma dan sel telur (pronuclei) yang masing-masing, ketika terpisah terdiri dari 23 kromosom.

Dengan demikian, pembentukan pustaka gen yang terdiri dari 46 kromosom yang menjadi prasyarat bagi penciptaan bayi manusia baru, telah terpenuhi. Setelah itu, pembelahan mitosis pertama memberikan jalan bagi zigot berkromosom ganda dan embrio untuk dapat mulai terbentuk sambil terus menyelesaikan perkembangannya menuju ke tempat yang teraman di uterus. Bayi yang terlahir, akan mempunyai sifat campuran, yaitu berasal dari kode genetik asli dan campuran tertentu dari kode-kode genetis yang terdapat pada gen pewarisnya, bayi tersebut akan mempunyai kemiripan dengan orang tuanya dan juga sanak keluarganya (kakek, nenek, paman atau bibi, dll dari pihak ayah atau pihak ibu).

Nabi Muhammad SAW dan Ilmu Genetika Nabi Muhammad SAW menegaskan dalam beberapa hadis dan penjelasan tentang fakta bahwa bayi yang berada di dalam kandungan ibu membawa sejumlah karakter genetik yang diwariskan dari orang tuanya. Ketika seorang Yahudi bertanya kepada Beliau SAW “Dari apakah manusia tercipta? Beliau membalas: “Manusia tercipta dari perpaduan embrio laki-laki dan perempuan”. Kemudian Yahudi itu berkata: “ Nabi Musa AS mengatakan hal yang sama sebelum kamu.”

Nabi Muhammad SAW juga menerangkan fakta tentang kemiripan atau warisan karakter melalui perantara gen: “Apakah mandi wajib juga wajib untuk wanita?” tanya Ummu Sulaim kepada Nabi SAW. “Ya, hal itu diharuskan ketika air mani wanita tersebut keluar dan terlihat,” jawab Nabi. “Apakah wanita juga mengalami mimpi basah?” dia bertanya. “Semoga Tuhan memberikan kebaikan kepadamu. Kalau tidak demikian bagaimana seorang anak bisa mirip dengan ibunya?” jawab Nabi.

Sebagaimana kita pahami dari hadis beliau di atas, Beliaulah guru terhebat manusia yang merupakan orang pertama yang mengatakan bahwa wanita pun mengalami mimpi basah. Beliau juga orang yang pertama yang mencetuskan konsep dominasi yang tidak bisa dipahami oleh manusia modern hingga tahun 1850-an. Kemiripan seorang anak terhadap orang tuanya tergantung dari mani siapakah yang lebih dulu keluar dan lebih dominan selama bersenggama. Jika keduanya sama maka kemiripan anak juga akan sama baik dari pihak ayah maupun ibu. Jika dalam persenggamaan air mani laki-laki lebih dulu keluar dan lebih banyak dari perempuan maka anak akan lebih mirip kepada ayah dan jika air mani perempuan lebih dulu keluar dan lebih banyak di banding laki-laki maka anak akan lebih mirip dengan ibunya.

Jika air mani perempuan lebih banyak dari laki-laki maka anaknya mirip dengan paman dari pihak ibu, dan jika air mani laki-laki lebih banyak dari perempuan maka anak akan mirip kepada paman dari pihak ayah. Dalam hadis lainnya beliau juga menerangkan fakta tentang karakteristik gen nenek moyang yang secara dominan dan kolektif akan muncul pada beberapa generasi dibawahnya: Seorang laki-laki yang mempunyai anak berkulit hitam datang dan berkata kepada Rasulullah SAW: “Saya mencurigai istri saya.” “Apakah kau punya unta?” tanya Rasulullah padanya, “Ya” jawab laki-laki itu “Apa warnanya?” Rasul bertanya lagi, “Merah” jawabnya “Apakah di antaranya ada unta yang berwarna abu-abu?” tanya Rasul, “Ya, ada.” “Lalu, darimana warna abu-abu itu datang?” tanya Rasul lagi. “Mungkin saja karena faktor keturunan sebelumnya.” laki-laki itu menjawab, “Dalam masalah kamu pun, bisa terjadi karena faktor keturunan sebelumnya.”Rasulullah menjelaskan kepada laki-laki itu. (st)

 

 

Sumber : majalahmataair.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.