Aang Suryana : “Mengajar di Pesantren Itu Qolbu Terpenuhi”

0
1669
Aang Suryana, Staf Pengajar di Pondok Pesantren Riyadlul Huda - Bandung Barat

Bandung, 25/12 (beritalangitan.com) – Inovasi dan perubahan sangat dibutuhkan demi tercapainya keberhasilan suatu tujuan, begitulah yang dilakukan pondok pesantren Riyadlul Huda yang disambangi tim lipsus beritalangitan.com kamis 24/12. Salah satu perubahan dan inovasi yang dilakukan ialah memadukan pola pendidikan salafiyah dengan pendidikan formal dalam satu atap.

Meski Riyadlul Huda saat ini baru memiliki pendidikan formal berupa RA dan Tsanawiyah saja, tetapi ini sudah terbukti bisa berjalan seiring dengan metode pengajaran salafiyah meski harus mengatur lebih ketat waktu belajar santri. Begitupun dengan tenaga pengajar baik MTS maupun pesantren sudah terhitung mempunyai tujuh belas guru pengajar yang kesemuanya mempunyai latar belakang pendidikan pesantren.

Staf Pegajar Pondok Pesantren Riyadlul Huda / Ruangan Kelas
Staf Pegajar Pondok Pesantren Riyadlul Huda / Ruangan Kelas

Salah satu guru yang diwawancarai  tim lipsus beritalangitan.com adalah Aang Suryana (34) ia mengatakan pendidikan pondok pesantren sangat penting membentuk karakter dan budi pekerti santri yang tidak akan didapati di kurikulum pendidikan formal. Untuk itu jika pendidikan formal digabung dengan pola pendidikan pesantren atau sebaliknya maka bisa dipastikan hasilnya akan luar biasa.

Selain mengisi mata pelajaran PKN di tsanawiyah, pria lulusan sarjana Fisif di Unla tahun 2004 ini juga  memegang bagian kurikulum angkatan pertama di Pondok pesantren Riyadlul Huda. Pernah mengajar di tempat lain namun di Pondok pesantren Riyadlul Huda saya merasa mendapat kepuasan, “qolbu merasa terpenuhi”, tuturnya.

Memang basic pesantren yang dulu pernah ditempuhnya di pesantren Sukahideng Singaparna Tasikmalaya sangat membantu ketika ia didaulat untuk mengajar ilmu kepesantrenan, maka ketika diajak untuk mengajar di Riyadlul Huda oleh teman satu temannya mondok di sukahideng dulu  yang juga termasuk salah seorang pendiri pesantren Riyadul Huda. Saya optimis kedepan pesantren Riyadlul Huda ini semakin diminati oleh banyak masyarakat sehingga akan melahirkan manusia-manusia terbaik yang siap membangun masyarakat.

Aang  mempunyai harapan agar pesantren Riyahul Huda menjadi harapan masyarakat untuk menitipkan putra-putrinya guna menjadikan anak-anak yang shaleh dan shalehah seperti halnya hadits Rasul “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)”, dengan memilih untuk mengajar di pesantren Riyadhul Huda merupakan kebahagiaan tersendiri yang tidak dapat tergantikan, tutupnya.  (tim lipsus pesantren beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.