Ahmad Aos Abdul Azis Kyai Muda yang Visioner

0
1472
Kyai Ahmad Aos Abdul Azis

Beritalangitan.com – Pondok Pesantren Darul Muta’alimin merupakan pesantren  Syalafi yang beralamat di Selaawi, Imbanagara Raya, Ciamis Jawa Barat atau sekitar 6,5 Km arah Tasikmalaya. Di depan pesantren berdiri Masjid  Al falah yang merupakan Masjid Pesantren Darul Muta’alimin.

Sambutan yang begitu hangat diterima oleh team beritalangitan.com saat bersilaturrahmi ke Ponpes Darul Mutaalimin, sempat terpikir bahwa sosok Kyai Ahmad Aos adalah  seorang tua seperti gambaran umum tentang seorang kyai, namun setelah langsung bertatap muka ternyanya Kyai Aos , panggilan akrab beliau, adalah seorang kyai muda yang penuh semangat dan luhur akan cita – cita.

Tidak berlebihan dengan sebutan kyai muda karena usia beliau baru 43 tahun tapi dilihat dari histori pendidikan kepesantrenannya sangat menakjubkan, berikut histori pendidikan beliau :

  1. Pasantren Bahrul Ulum, Sindangsar
  2. Darul Ulum, Ciamis
  3. Miftahul Khoer, Ciamis
  4. Riyadlul Mutta’allimin, Cikoneng
  5. Berguru kepada Kiyai Obay Sobari, Karawang
  6. Berguru kepada Kiyai Bunyamin Kebon Jeruk Jakarta

Kyai Aos mengungkapkan bahwa pesantren salafiyah merupakan ujung tombak pendidikan Islam di Indonesia, namun sangat disayangkan perhatian pemerintah saat ini dirasakan sangat kurang bahkan terkesan dianaktirikan. Namun dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana serta dukungan dari pihak lain, semangat  beliau tidak pernah luntur dalam mendidik para santrinya.

Karena kondisi fisik bangunan pesantren Darul Muta’alaimin kurang memadai ,maka saat ini tidak dapat menampung banyak santri yang mondok, mayoritas santri disini adalah santri kalong ( santri yang datang petang dan pulang pagi, red). Jumlah santrinya ada 85 orang, baik yang “nyantri kalong” maupun yang mondok.

kyai5

Masjid Al falah

Pembangunan Pesantren Darul Muta’alimin dimulai pada tahun 1999, namun untuk pelaksanaan pembangunan pondok sempat terhenti karena keterbatasan dana, baru pada tahun 2002 pembangunan pondok pesantren dapat di lanjukkan kembali,  dan bulan jumadil ula 1426 H / Juni 2005 berdiri masjid Al Falah.

Menurut Kyai Aos  visi Ponpes Darul Mutaalimin adalah  memanusiakan manusia, namun untuk mencapai cita – cita tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan perjuangan  yang  berat, terlebih pada jaman ini dimana godaan terhadap materi yang didorong oleh kebutuhan menjadi penghalang terhadap Visinya tersebut.

Untuk hal itu beliau mengungkapkan bahwa dibutuhkan kemandirian dengan upaya menghindari ketergantungan terhadap pihak luar pesantren. Salah satu upaya tersebut adalah dengan merintis usaha   bordel baju yang jalankan oleh istri dan santrinya.

Satu hal yang sangat disayangkan oleh Kyai Aos  adalah stigma negatif  terhadap  pesantren seperti pesantren dikatakan sarang teroris dan pendidikan radikal, hal tersebut sangat mengganggu dan membatasi  pola pendidikan  pesantren, bahkan untuk belajar silat di lingkungan pesantren saja sudah dianggap sebagai pendidikan radikalisme.

kyai6

Untuk mengenalkan pendidikan pesantren terhadap masyarakat Kyai Aos memiliki rencana untuk menyelenggarakan pesantren kilat, karena dengan diselenggarakan pesantren kilat masyarakat dapat merasakan dan mengetahui bagaimana pendidikan pesantren tersebut dengan harapan kedepan para santri pesantren kilat tersebut dapat menjadi santri pesantren.

Kyai Aos yang beristrikan Idah Siti Hamidah ini berujar, bahwa sudah saatnya  kepemimpinan kyai dan pondok pesantren harus dapat dirasakan oleh masyarakat lingkungan sekitar,  baik perannya sebagai guru maupun perannya sebagi pembimbing dan pelayanan terhadap masyarakat sekitar, hal sederhana yang dilakukannya adalah dengan mendirikan puskestren sebagai lembaga pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Dari berbagai langkah dan upayanya yang dinamis dari sosok figur Kyai muda yang visioner seperti inilah diharapkan kedepan akan lahir sosok kepemimpinan yang lurus dan amanah serta mampu memberikan spirit perubahan dan harapan hadirnya pondok pesantren yang mandiri,dan menjadi uswah bagi masyarakat serta mampu melahirkan santri-santri sebagai agent of change kedepan. (Team beritalangitan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.