Ajengan Ahmad Solihin, istiqomah menjadi benteng agama

1
1511
Ajengan Ahmad solihin Pimpinan Ponpes Miftahut Taufiq, Cibiru Bandung

Bandung, 27/10 (beritalangitan.com) – Pondok Pesantren Miftahut Taufiq beralamat di Jalan Mekarsari, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Yang dipimpin oleh Ajengan Ahmad Solihin, sosok kyai bersahaja ini sangat perhatian terhadap dunia pendidikan islam terutama anak – anak, berawal dari pengajian rutin di masjid kemudian bermetamorfosis menjadi sebuah madrasah diniyah dan taman pendidikan al-qur’an, dan sekarang murid diniyahnya sudah ratusan. kemudian pada tahun 2011 baru menerima santri yang mondok. Hinga saat ini sudah ada puluhan santri baik putra maupun putri yang belajar di Miftahut Taufiq.

Ditemui tim beritalangitan.com 26/10/15 diponpes Miftahut Taufiq Ajengan Ahmad Solihin mengatakan ingin terus komitmen mempertahankan kesalafiyahannya, karena ketika sebuah pesantren kesalafiyahannya hilang maka hilanglah “Ruh” dari pesantren itu, katanya. Untuk itu Ajengan Ahmad Solihin berharap pesantren tidak lagi termarjinalkan dan diperhatikan oleh semua pihak agar lebih maksimal dalam melahirkan calon kyai – kyai masa depan.

pp  miftahul taufiq

Tidak berbeda dengan pesantren salafiyah umumnya ponpes miftahut taufiq mengkaji kitab – kitab kuning, mengkaji tauhid, tahsin qur’an, dan sebagainya. Adapun Program yang akan dijalankan selanjutnya oleh Ponpes Miftahut Taufiq adalah mengajarkan metoda TAMYIZ. Metoda tamyiz adalah metode pembelajaran yang mudah dan menyenangkan untuk anak diniyah atau Sekolah Dasar & pemula agar pintar menerjamahkan Al – Qur’an dan kitab kuning dalam kurun 100 jam . Tidak hanya anak – anak orang tua pun bisa belajar metoda ini, tuturnya.

Ajengan ahmad solihin Ingin agar pesantren tetap istiqomah menjadi “benteng agama” namun keberadaannya beserta para lulusannya pun seharusnya mendapat pengakuan secara formal, para santri sebenarnya memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan lulusan lembaga pendidikan formal umumnya, saya sendiri menanamkan prinsip pada anak saya, “boleh tidak sekolah karena di pesantren bisa belajar ilmu sekolah, tetapi tidak boleh tidak mesantren, karena di sekolah tidak akan dapat ilmu pesantren” tutupnya.

(team beritalangitan.com)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.