Ajengan Ajang Solihin, Bangkitkan Kembali Jaringan Akrobin

0
1255
Ajengan Ajang Solihin Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Jannah

Bandung, 03/12 (beritalangitan.com) – Menelisik ke bagian timur kabupaten Bandung tim lipsus pesantren menemukan sebuah kampung unik dimana dulunya disini adalah kampung yang berpenghuni rata-rata orang cina, karena itulah kemudian kampung ini dinamakan kampung Pecinan.

Di Kampung Pacinan Rt 02/04 Desa Cicalengka Wetan Kabupaten Bandung inilah berdiri Pondok Pesantren Miftahul Jannah yang  didirikan tahun 1991 oleh Ajengan Ajang Solihin (54) yang merupakan lulusan tahun 1989 dari pesantren terbesar di Jawabarat yaitu Miftahul Huda Manonjaya.

Masjid Pondok Pesantren Miftahul Jannah

Pada awalnya tidak ada niatan Ajengan Ajang Solihin untuk membangun pondok pesantren karena tidak memiliki modal atau lahan sedikitpun, namun dengan keyakinan dan keinginannya membangun pesantren serta dengan didorong masyarakat akhirnya ia memutuskan untuk membangun pesantren.

Dengan bermodalkan sebidang tanah wakaf yang diberikan oleh beberapa aghnia maka pesantren ini mulai didirikan, perlu waktu dua tahun untuk bisa berdiri dan memiliki beberapa puluh santri saat itu, namun sayangnya itu tidak bertahan lama, santri yang dimilikinya hanya bertahan 7 tahun saja, setelah itu tidak ada meski masih ada santri kalong dari warga sekitar hingga hari ini.

Paud Pondok Pesantren Miftahul Jannah

Namun meski begitu sang Kyai ini tidak pernah kehilangan semangat untuk terus menyebarkan syi’ar, sebuah madrasah dan paud didirikannya bersama masyarakat, dan disamping itu majelis ta’lim di kampung ini juga selalu dipenuhi warga.

Paud dan Ruangan Belajar Madrasah Pesantren Miftahul Jannah

Dengan harapan dan keyakinan Ajengan Ajang Solihin tak pernah berputus asa, kini ia mulai bangkit dengan membuat sebuah program yang sudah berjalan tiga tahun, yakni membangkitkan lagi jaringan saudara kerabat dan sahabatnya untuk kembali mengadakan pesantren salafiyah yang sempat terputus agar kelak dapat melahirkan calon – calon generasi islami yang lebih baik lagi.

Kepada Tim lipsus pesantren beritalangitan.com Ajengan Ajang Solihin mengatakan bahwa kemunduran pesantren salafi yang  terjadi saat ini dikarenakan menurunnya minat masyarakat akan pendidikan pesantren, karena lulusan pesantren dianggap tidak memiliki masa depan baik, paradigma inilah yang harus secepatnya dirubah.

Dan ini juga menurutnya tak bisa lepas dari peran pemerintah, seharusnya pemerintah dapat membuat legalitas yang membuat lulusan pesantren dapat diterima di berbagai bidang kehidupan masyarakat, dan masyarakat sendiri harus memiliki kepercayaan kepada pesantren bahwa dengan mendidik anaknya di pesantren maka itu sudah cukup mempersiapkan masa depan yang baik bagi anak-anaknya, begitu ia mengakhiri pemaparannya kepada tim lipsus beritalangitan.com. (tim lipsus pesantren beritalangitan.com)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.