Cara Mudah Membaca Al Quran

0
777
ilustrasi

Beritalangitan.com – Membaca Al Quran termasuk ibadah paling utama. Limpahan kebajikan akan mengalir dari setiap huruf yang dilafalkan lisan. Dan dari setiap kebajikan itu akan dilipatgandakan 10 kali lipat. Begitu kata Nabi Muhammada SAW.

Mempelajari atau membaca Al Quran hukumnya fardu kifayah. Namun untuk membacanya menggunakan ilmu tajwid secara baik dan benar merupakan fardhu ain. Dalam artian, kalau terjadi kesalahan dalam membaca Al Quran termasuk dosa, karena bisa mengubah artinya. Untuk menghindarinya, kita dituntut belajar dan cakap membaca Al Quran kepada ahlinya.

Pertama-tama, yang dibutuhkan pelafalan 28 huruf hijaiyyah dengan mudah dan benar. Misalnya tanda baca harkat fathah (a), tanda baca kasrah (i), tanda baca dhammah (u), tanwin, sukun, tasydid, panjang, cara berhenti, dan sebagainya. Sebab, Al Quran Al Karim adalah jalan menuju kepada Allah SWT yang kekal (abadi) di akhirat nanti.

Sesungguhnya belajar membaca Al Quran itu mudah. Asal niat dan tekad untuk belajar membaca Al Quran sungguh-sungguh, membacanya pun akan menjadi mudah.

Dan, ilmu tajwid dibutuhkan dalam membaca Al Quran, karena di dalam ilmu tajwid dibahas tata cara membaca Al Quran dengan benar. Seperti bacaan yang panjang, pendek, cara berhenti, dan lain sebagainya.

Kitabnya pun sangat tipis, tetapi pembahasan dalam kitab tersebut sangat detail dan jelas berserta contoh-contohnya, seperti kitab Thuhfatul Atfal.

Di Pondok Pesantren Ulul Albab, Lumajang, telah mengajarkan kitab tersebut selama puluhan tahun, sistem kepesantrenannya berbasis Al Quran. Setiap tahunnya para santri harus menghafal surat-surat tertentu sebagai syarat kenaikan Madrasah Diniah Salafiah Ulul Albab.

Di lembaga formalnya para siswa juga harus bisa menghafal satu juz Al Quran sebagai syarat kenaikan kelas SMP dan SMA, sehingga para siswa bisa menghafal enam juz jika telah lulus SMP dan SMA.

Praktiknya, sebelum memulai pelajaran para siswa dianjurkan banyak membaca Al Quran terlebih dahulu untuk memudahkan dalam menghafal. Di samping untuk mendapatkan pahala  atau barokah dari Al Quran, karena dalam tiap huruf yang dikeluarkan dari lisan bisa mendapatkan pahala atau  barokah asal bacaannya benar dan baik.

“Alhamdulillah di Pondok Pesantren Ulul Albab sistem kepesantrenannya berbasis Al Quran dan sebelum mulai pelajaran siswa-siswi diharuskan membaca Al Quran dan bisa mendapat barokahnya,” tutur Buya Sobir, santri asal Pronojiwo, Lumajang.

Menurut keterangan santri lain, membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dapat menenangkan pikiran. Hati pun menjadi tenang.   (sae)

Sumber: Muhammad Fuad Amin

Santri Pondok Pesantren Ulul Albab Candipuro, Lumajang

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.