Fadlurribat : “Melewati Jalan Krabas Sebagai Penyempurna Mondok di Sunanul Huda”

0
2375
Fadlurribat, Santri Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya - Sukabumi

Sukabumi, 10/5 (Beritalangitan.com) – Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya Sukabumi adalah salah satu Pesantren salafiyah terbesar di Sukabumi. Gaung kebesarannya terdengar hingga ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Terbukti dengan santrinya yang berasal dari setiap provinsi berbeda. Begitu juga dengan Rois asal Bogor ini yaitu Fadlurribat yang sudah nyantri selama enam tahun di Pondok ini, ia bukan asli Sukabumi tetapi info Pesantren sampai ke telinganya dari Alumni asal Bogor.

Berkesempatan berbincang dengan santri yang tepatnya berasal dari Leuwisadeng Bogor ini, Tim Lipsus Pesantren tidak menyianyiakan waktu untuk menggali lebih dalam tentang kehidupannya mondok di Pesantren Sunanul Huda. Fadlurribat seorang santri yang juga masih terkait sebagai keluarga Ajengan Zezen (Alm) Pendiri Pondok Pesantren Azzainiyyah Nagrog ini mempunyai tanggungjawab mengayomi 300 santri dengan status Roisnya. Dengan penuh tanggungjawab ia mengatur waktu disela kesibukannya yang juga aktif sebagai Mahasiswa Al Masturiyyah Sukabumi.

Santri PP. Sunanul Huda, Gerbang Pondok Pesantren, MTS dan MA Sunanul Huda, Masjid PP. Sunanul Huda Cikaroya
Santri PP. Sunanul Huda, Gerbang Pondok Pesantren, MTS dan MA Sunanul Huda, Masjid PP. Sunanul Huda Cikaroya

Saat ditanya tentang harapannya kedepan Fadlurribat mengungkapkan tahapan – tahapannya menempuh satu persatu kewajiban yang menjadi tanggungjawabnya seperti fokus terhadap Pesantren dengan menimba keilmuan dari Kyai serta amanah – amanah lain dari sang Kyai seperti statusnya menjadi seorang Rois yang harus mampu mengayomi, menjaga kestabilan, serta memberikan motivasi semangat agar santri selalu berprestasi dalam hal apapun.

Selain itu ia fokus juga untuk menyelesaikan kuliahnya di Al Masturiyyah Sukabumi. Lulus kuliah adalah targetan besar santri 24 tahun ini karena dengan itu bertepatan pula dengan berakhirnya masa pengabdian mondok di Pesantren Sunanul Huda yang kemudian akan dilanjutkan dengan menimba Ilmu di Pesantren Azzainiyyah Nagrog Selabintana Sukabumi.

Tujuan akhir pengembaraan Ilmu di Pesantren yang ada di Sukabumi adalah kembali ke Kampung halamannya untuk melanjutkan perjuangan keluarganya yang sudah meninggalkan warisan sebuah yayasan yang kelak ia ingin mendirikan pula pondok pesantren di kampungnya. Tetapi dirasa tidak mudah untuk mencapai tujuan itu jika tidak ditempuh dengan fokus, karena menurutnya ada amanah Kyai yang harus diselesaikan dulu sebelum ia pulang ke Kampung halamannya yaitu harus melewati dulu jalan krabas.

Jalan krabas adalah proses mengelilingi 40 Kyai yang sudah terbukti dan teruji kesholehannya dari berbagai daerah atau pelosok, semua itu harus mampu dikunjungi bersilaturahmi untuk mendapatkan barokah Ilmu dari setiap Kyai yang dikunjunginya. Setelah itu tuntas baru bisa pulang ke Kampung halamannya masing-masing. Demikian sepenggal kisah melihat sisi lain sosok  Fadlurribat santri Sununaul Huda Cikaroya Sukabumi. (Tim Lipsus beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.