H. Dadang Romansyah : ”Pesantren Al-Ittifaq Menjadi Solusi Kehidupan Masyarakat”

0
1401
H. Dadang Romansyah : ”Pesantren Al-Ittifaq Menjadi Solusi Kehidupan Masyarakat”

Bandung, 07/12 (Beritalangitan.com) – H. Dadang Romansyah (47) adalah pria kelahiran Cianjur, pada tahun 1987 ia mulai mencari keberuntungannya di Kabupaten Bandung, tepatnya di Kampung Ciburial Desa Alamendah Kecamatan Rancabali Ciwidey Kabupaten Bandung. Kawasan ini memang sangat terkenal dengan agrowisatanya, karena berada di dataran yang cukup tinggi dengan cuaca sejuk dan cocok untuk ditanami berbagai jenis sayur – sayuran.

Hal ini sangat menguntungkan baginya karena dibidang pertanian inilah H. Dadang dapat berkembang, tidak hanya dari segi ekonominya saja tetapi dari sisi spiritualnya pun terjaga. Hal itu karena kedekatan pesantren Al-Ittifaq dengan masyarakat yang selalu mengayomi warga baik secara ekonomi maupun pembinaan dibidang keagamaan yang cukup intens.

Pesantren itu sudah berdiri dari tahun 1934 sudah berjalan tiga generasi, dan sekarang di pimpin KH. Fuad Affandi yang lebih suka dipanggil dengan sebutan “Mang Haji”. Awalnya keberadaan pesantren ini tidak bisa merubah perilaku masyarakat dalam beragama, bisa dikatakan masyarakat saat itu acuh tak acuh akan keberadaan pesantren ini bahkan beberapa menolak dan memusuhi.

Namun setelah Pesantren Al- Ittifaq dipimpin Mang Haji, hal itu bisa diatasi, karena Mang Haji memiliki konsep yang sangat luar biasa dalam menghadapi masyarakat yang kurang faham akan agama, Mang Haji membentuk sebuah koperasi yang mengelola hasil pertanian dari masyarakat sekitar dengan harga yang berani diatas harga tengkulak, bahkan jika ada masyarakat yang butuh permodalan bisa dibantu dengan koperasi ini, inilah sebuah metode yang cukup efektif merubah paradigma masyarakat, bahwa sebuah pesantren ternyata mampu mensejahterakan masyarakat sekitarnya.

Setelah beberapa tahun kemudian koperasi ini semakin berkembang pesat, menjadi sebuah solusi bagi perekonomian masyarakat, bisnis antara pondok pesantren dan masyarakat ini sangat menguntungkan satu sama lain, saya atas nama masyarakat sangat bersyukur sekali, hasil pertaniannya melimpah ruah dan selain bidang ekonomi yang maju ditopang bidang Rohani yang terjaga dengan pengajian rutinan atau majlis ta’lim, bahkan sebuah anugerah yang luar biasa ketika suatu hari saya ditawari naik Haji dengan berbagai keringanan yang diberikan Mang Haji yang semuanya dibayar dari hasil pertanian saya. Pungkasnya mengakhiri perbincangan dengan beritalangitan.com. (tim lipsus pesantren beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.