Hafidz Hulan Fauzan “Sekolah boleh setinggi-tingginya tapi pesantren tetap utama”

0
1241
Hafidz Hulan Fauzan santri pondok pesantren Azzarkasiyah Sukabumi

Sukabumi, beritalangitan.com 21/04  – Bercerita tentang dunia pesanten maka tidak akan lepas dari cerita santri sebagai bagian yang tak bisa lepas dari kehidupan sebuah pesantren. Dalam perjalanan jelajah pesantren kali ini tim menemukan hal yang berbeda dari salah seorang santri di pondok pesantren Azzarkasiyah yang berada di Kp. Cipanengah Rt. 03/03 Kelurahan Sindangsari Kecamatan lembursitu Kabupaten Sukabumi. Ia bernama Hafidz Hulan Fauzan (19) asal Kadipaten Majalengka. Santri senior di Azzarkasiyah ini  selain sebagai seorang santri Ia telah lulus dan mendapatkan gelar sarjana di salah satu universitas di Kota Bandung.

Setelah menyelesaikan kuliahnya tahun 2013 lalu, Hafidz mulai masuk pesantren itupun atas informasi dari kakaknya yang sementara menjadi tempat kediamannya saat ia berada di Sukabumi, dengan motivasi yang kuat ingin belajar ilmu agama ia sudah bertekad akan melanjutkan belajar di pesantren setelah selesai kuliah, “inginnya sih dari sejak kecil tapi di masa anak – anak kan belum berani jauh dari orang tua” ungkap Hafidz.

Selain belajar ilmu agama di pesantren, Hafidz nyambi bekerja sebagai tenaga pengajar honorer di dua Sekolah Kejuruan dengan mengambil mata pelajaran ekonomi dan pemasaran sesuai dengan jurusan yang ia kuasai. Tak hanya itu Iapun aktif sebagai Pembina Pramuka di Sekolah tempatnya mengajar, tetapi tidak pernah absen mengaji dan selalu berusaha agar tidak ketinggalan jadwal pengajian.

Hafidz mengungkapkan kedepan ingin memiliki pesantren, ia ingin mengubah paradigma masyarakat agar masyarakat tidak berfikir bahwa hanya pendidikan formal saja yang di utamakan, justru pendidikan di pesantren itu sangat penting untuk membentuk pribadi yang baik seperti yang di ajarkan oleh gurunya bahwa kita punya tiga pillihan yang pertama menjadi ulama yang bertakwa, apabila jadi pejabat maka harus menjadi pejabat yang bertakwa apabila kedua hal tersebut tidak kesampaian setidaknya menjadi manusia yang bertakwa, pungkasnya.  (tim beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.