Kepala Daerah Ingin Lomba Baca Kitab Jadi Agenda Rutin

0
865
Sejumlah santri pesantren mengikuti pengajian "Kitab Kuning".

Beritalangitan.com – Sejumlah kepala daerah tertarik menjadikan lomba membaca kitab kuning (MMK) sebagai agenda rutin tahunan. Ini terinspirasi dari lombaga yang dihelat oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Bupati Sumenep KH A Busyro Karim, mengatakan sebagai bentuk apresiasi atas inisiatif PKB, Sumenep bakal mengagendakan MMK rutin.

Apalagi, Madura dikenal banyak memiliki pesantren dan harus disentuh pengambil kebijakan agar dialektika keilmuan dan khazanah pesantren tetap terjaga.

Penyelenggaraan MMK, ujarnya saat membuka babak penyisihan MMK III, merupakan bentuk penghargaan atas khazanah keilmuan dan esksistensi pesantren di Indonesia yang berkontribusi besar terhadap perjalanan bangsa Indonesia hingga saat ini.

Keinginan Busyro bukan tanpa alasan. Antusiasme tinggi ditunjukkan para santri dari berbagai pesantren di Madura saat mengikuti tahap penyisihan MKK pada 2-3 April 2016 di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Baraji, Kecamatan Gapura.

Besar harapan, imbuhnya, pemenang dari tahap penyisihan berasal dari Madura agar menjadi kebanggaan para santri asal ‘Pulau Garam’ ini.

“Di sini, pesantren masih dipercaya oleh masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan generasi muda,” ungkapnya dalam keterangannya kepada Republika, Rabu (6/4).

Ia mengapresiasi langkah PKB. Partai yang lahir dari pesantren ini, memiliki tugas utama membentengi keilmuan pesantren.

Secara terpisah, Bupati Lampung Timur, Chusnuniyah Halim, mengutarakan rencana serupa. Lampung Timur merupakan basis pesantren dan Nahdlatul Ulama.

Meski MMK berskala nasional tergolong baru di Lampung Timur, ia tetap berharap ajang ini menjadi pemantik awal untuk program tahunan di daerahnya. “Harus selalu ada sarana untuk mengembangkan keilmuan pesantren,” katanya.

Sumber : Republika

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.