KH. Acep Aminudin, Menyiapkan Santri Agar Menjadi Pemimpin Ummat

3
8149
KH. Acep Aminudin Pimpinan Pondok Pesantren Riyadlul Huda

Bandung Barat, 25/12 (beritalangitan.com) – Dalam perjalanan liputan khusus selama berbulan-bulan, tim banyak menemukan pondok pesantren salafiyah yang “terpaksa” menyelenggarakan pendidikan formal demi meraih minat santri untuk masuk pesantren, tetapi berbeda dengan pondok pesantren yang tim temui di Kecamatan Ngamprah kali ini, pondok ini “sengaja” memadukan konsep salafiyah murni dengan pendidikan formal untuk menjawab tantangan zaman dan memberi solusi atas kebingungan ummat, antara memilih pesantren atau sekolah.

Pondok Pesantren Riyadlul Huda yang beralamat di kampung Ngamprah RT 01/02 Desa Ngamprah Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat ini berdiri tahun 1997. Ponpes ini sengaja memadukan antara pendidikan kepesantrenan dengan pendidikan umum. Konsepnya santri yang juga siswa, bukan siswa yang nyantri, oleh sebab itu disini sedang didirikan sebuah SMA dan bukan Aliyah.

Pondok Pesantren Riyadlul Huda
Pondok Pesantren Riyadlul Huda

Alasannya adalah pendidikan agama harus sepenuhnya didapat dari pesantren, sedangkan pendidikan umumnya tidak dicampur dengan ilmu agama, dengan begitu santri jadi lebih fokus menekuni satu demi satu pelajaran yang didapat, sekolah dimulai  dari pagi sampai dzuhur. Setelah dzuhur diberikan pendidikan kepesantrenan sampai malam.

Maka dari itu, ponpes ini memadukan sistem pendidikan ke pesantrenan dengan pendidikan umum agar mampu mempersiapkan generasi islam yang kompeten dibidangnya dan berbekal akidah yang kuat yang siap  tampil di mana saja dan kapan saja untuk menjadi pemimpin ummat.

Acep Aminudin (37) sebagai pimpinan dan penentu kebijakan di pesantren ini memulai dengan mendisiplinkan para santri dan santriwatinya baik dalam pelajaran maupun dalam etika keseharian seorang santri, karena akhlak dan etika generasi mudalah yang dipandang telah mengalami pergeseran akibat dari arus perubahan zaman. Karena menurut Kyai Acep “pergaulan itu seperti air kotor yang walaupun setetes akan mampu merusak air bersih satu ember”.

Maka dari itu, pondok dengan tenaga pendidik tak kurang dari 27 orang ini memulai dengan menyamakan visi para pengajarnya agar mengembalikan kekhidmatan hubungan murid terhadap guru supaya kembali seperti khidmatnya santri terhadap Kyainya pada zaman nya dulu.

Dan konsep yang diterapkan di Riyadlul Huda adalah mencetak manusia yang sesuai dengan kecenderungannya, “karena orang shaleh itu harus menempati semua sektor strategis, baik itu sebagai Kyai, pengusaha, militer, negarawan ataupun masyarakat lainnya, agar jangan sampai sektor-sektor itu dipenuhi oleh orang yang tidak sholeh, oleh sebab itu Riyadlul Huda mendorong semua bakat dan minat yang dimiliki santrinya agar semua sektor itu bisa terisi oleh orang yang shaleh.

Menurut KH. Acep Aminudin “Bukankah dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Gazali mengatakan bahwa suatu bangsa tidak akan hancur kecuali hancurnya pemerintahan. Dan hancurnya pemerintahan akibat dari hancurnya ulama. Maka dari itu calon ulama harus dipersiapkan, tetapi calon pemimpin dan aghnia pun  harus pula disiapkan agar negeri ini kelak dapat diwarisi oleh orang sholeh. Ujar sang Kyai menutup perbincangan. (tim lipsus beritalangitan.com)

3 KOMENTAR

  1. Ya allah mudah mudahan beliau di panjangkan umurnya amin semua dewan kyai dan pimpinan pesantren riyadlul huda dipanjangkan umurnya dan selalu ada dalam lindungan allah swt amin ya rabbal alaminn, dan mudah mudahan santri santri sukses dalam pendidikanya dan menjadi generasi umat yang baik untuk selanjutnya amiin 🙂

  2. Mudah mudahan umur beliau DI panjangnya oleh allah swt amiin, mudahan para dewan kyai beserta pimpinan pondok pesantren selalu ada dalam lindungan allah swt amiin ya allah ya rabbal alamiin 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.