KH. Harsono Sukardi, berjuang menjadi Ansharullah

0
1420
KH. Harsono Sukardi Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam Madrasah Dzurwatul Huda

Bandung, 06/12 (Beritalangitan.com) – Menjelajah ke daerah Banjaran Kab. Bandung (3/12/2015) tepatnya di kampung Pasir Waru Desa Mekar Jaya, tim beritalangitan.com mengunjungi sebuah lembaga pendidikan islam yaitu Madrasah Dzurwatul Huda yang di pimpin oleh KH. Harsono Sukardi.

Madrasah Dzurwatul Huda – Banjaran

KH. Harsono adalah anak dari seorang Kyai yang juga seorang purnawirawan TNI yaitu bapak Kardi (alm) yang memiliki jiwa syiar islam yang tinggi. Dulunya kampung Pasir Waru tahun 1969 dalam keadaan “gelap” terhadap nilai-nilai agama, segala yang bersifat takhayul dan khurafat begitu kental mewarnai perilaku masyarakat.

Jika ada gempa bumi masyarakat bukannya bertahlil atau berdoa sesuai ajaran Nabi, tapi malah ramai berteriak dengan mengucapkan “aya aya aya” (ada ada ada. Red) dan apabila ada gerhana, malah ramai-ramai membunyikan tetabuhan atau memukul lesung (tempat menumbuk padi -red) dan yang menjadi panutan di masyarakat saat itu adalah para kahin (dukun) dan bukan kyai atau ajengan.

Di Kampung tersebut pada saat itu belum ada masjid, belum ada pengajian yang ada hanya sebuah tajug (mushola) kecil, jika hendak sholat jumat harus berjalan kaki ke desa tetangga yang jauhnya kurang lebih 3 km kenang Kyai Harsono saat berbincang dengan tim lipsus beritalangitan.com.

Mesjid Jami Dzurwatul Huda – Banjaran

Upaya ajengan kardi (alm) membersihkan peraktek-peraktek kemusyrikan yang di motori oleh para kahin, banyak mendapat cacian, penghinaan dan intimidasi bahkan hampir mengarah ke fisik pernah dialaminya, namun dengan diawali mengadakan pengajian anak-anak, kemudiian mendirikan masjid jami diatas tanah wakaf dari kayu maka mulailah di adakan sholat jum’at disana.

Sebenarnya selepas lulus pesantren, KH. Harsono bersama istrinya Hj. Ida Rosyidah yang juga sama-sama lulus dari Manonjaya di mukimkan di daerah lain oleh gurunya, namun ayahnya mengatakan “justru kamu di pesantrenkan itu agar bisa merubah masyarakat disini”.

Dan sejak itulah Kyai Harsono bersama istrinya mulai berjuang sebagai anshorullah (penolong agama Allah) dengan memulai menyelenggarakan pengajian anak-anak di rumah orang tuanya (alm), seiring waktu jumlah anak-anak yang mengikuti pengajian kian bertambah, hingga pada tahun 1985 dibangunlah madrasah yang di beri nama Dzurwatul Huda, madrasah pertama yang berdiri di wilayah Desa Mekarjaya.

Selain mengurus anak didik di madrasah Kyai Harsono juga sering mengisi pengajian dimesjid – mesjid dan majlis – majlis taklim, saat ini sudah 26 majlis taklim yang dibina secara rutin oleh KH. Harsono. Sang alumni senior Miftahul Huda Manonjaya dan kerap mewakili manonjaya dalam berbagai event ini selalu bersemangat dalam menjalankan dakwahnya, suka duka telah banyak dilalui, menjadi anshorullahlah adalah motifasi yang selalu membuatnya optimis.

Foto bersama Tim Beritalangitan.com dan KH. Harsono Sukardi

Dan sebuah pesan pendek yang disampaikannya kepada tim beritalangitan.com adalah “jangan berhenti jadi kyai walaupun tidak ada nasi, kyai tidak mencari nasi tetapi nasi yang akan mencari kyai”. (tim beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.