KH.Zaenal Arifin dan Ustadz Dodo Aliyul Murtado Tetap Bertahan dengan Salafiyyah

0
1995

Beritalangitan.com – Kyai Haji Zaenal Aripin adalah pendiri lembaga Pondok Pesantren Miftahul Huda 27 pada Tahun 1980 , beliau adalah lulusan Pesantren Miftahul Huda Manonjaya dengan hirarki alumni ke 27 dari ponpes Miftahul Huda, atau sebagai alumni awal ponpes Miftahul Huda pimpinan KH Khoer Affandi (alm)

Kyai yang asli kelahiran Cimaragas ini dan gemar membaca, memiliki 6 orang anak yaitu : Siti Duroh Nafisah, KH.Dodo Aliyul  Murtado, Didah samrotul fuadah, Hilman Rubai, Sonhaji, Rahma Aulia, dari istri Almarhumah Hj.Siti Enok Khoeriyyah.

mesjid

Ponpes Miftahul Huda 27 didirikan pada tahun 1980, berdomisili  di Dusun Cipeuteuy RT 9 RW 3, Desa Jayaraksa Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Dan konsisten bergerak dalam wilayah kesalafiyahan, dengan ciri-ciri melaksanakan aktifitas pembelajaran dengan menggunakan kitab kuning dan pengembangan pendalaman kitab mengacu kepada kitab kuning.

Menurut KH. Dodo Aliyul Murtado anak ke dua , selaku pelanjut dan kader dari KH. Zaenal Aripin, bahwa dengan mempergunakan metodologi pembelajaran salafiyah dapat ditemukan didalamnya berbagai konsep, aturan dan mainset keislaman  dalam back ground ahli sunnah wal jamaah secara lengkap dari mulai teori sampai dengan praktek

Untuk selanjutnya metodologi salafiyah tersebut dapat dijadikan pedoman dalam beraktifitas di tengah-tengah masyarakat baik bertindak selaku pemimpin agama maupun sebagai Pembina masyarakat.

Berkenaan dengan hal tersebut Ponpes Miftahul Huda 27 berketetapan hati untuk tetap bertahan dengan metodologi pembelajaran salafiyah. Adapun agar Ponpes ini tetap bertahan dari berbagai kesulitan ekonomi dan daya dukung sarana prasarana, adalah dengan cara adapted dengan segenap permasalahan masyarakat sekitar dan memberikan solusi sesuai dengan problematika masyarakat, sehingga pada akhirnya masyarakatpun menjadi daya dukung dan mau berbuat untuk pesantren.

mesjid1

Menjadi dogma bagi Ponpes Miftahul Huda 27 bahwa pesantren tidak pernah meminta-minta bantuan kepada pemerintah, apalagi sepanjang bantuan itu tidak dibutuhkan. Bila suatu waktu pesantren membutuhkan bantuan maka dengan masyarakatlah memecahkan persoalan tersebut. Dan pada kenyataannya hingga saat ini tetap survive,  Demikian paparan yang disampaikan Kyai muda yang cerdas, tegas dan berbicara lugas tersebut.

Pesan  KH Zaenal Arifin yang disampaikan oleh Ustadz Dodo Aliyul Murtado bagi seluruh umat Islam, adalah : “Bahwa Nabi Muhammad merupakan sosok yang mulia yang diberikan tiga macam kecerdasan oleh Allah, yaitu : Cerdas dalam berfikir, cerdas dalam bersikap,  dan cerdas dalam bertindak. itulah kecerdasan hakeki yang dimiliki oleh insan. Demikian pun kita selaku umatnya diberikan oleh Allah potensi kecerdasan tersebut, Maka dengan modal kecerdasan tersebut kita implementasikan  wujud kecintaan kita kepada baginda rasulullah SAW dengan mengikuti ajarannya, dan melalui peran pesantren salafiyyah kita lahirkan hamba-hamba allah yang shaleh yang sanggup memimpin bangsa ini .”

Dari pendapat kedua tokoh Ponpes Miftahul Huda 27 tersebut, bagi umat Islam masih dapat berharap hadirnya  pemimpin umat  yang memiliki ilmu keagamaan seperti yang dicontohkan oleh para nabi, para rasul dan para ulama salaf pada dekade 500 tahun setelah hijriyyah, dimana pada dekade tersebut tercatat sebagai masa kegemilangan Islam, tentunya  dengan seizin Allah.SWT. Wallahu’alam. (Team Beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.