Kyai Abdul Muhyi, “Pertolongan Allah itu Dekat”

0
2711
KH. Abdul Muhyi Pimpinan Pondok Pesantren Riyadhul Huda, Nagreg - Kab. Bandung

Bandung, 04/12 (beritalangitan.com) – Nama Pondok Pesantren Riyadhul Huda berasal dari dua suku kata yaitu “riyad” yang di ambil dari nama pesantren orang tua pendirinya yaitu Riyadhul Jannah dan digabungkan dengan “Huda” di ambil dari nama Miftahul Huda tempat Kyai Abdul Muhyi menimba ilmu,  pondok pesantren berbasis salafiyah ini didirikan tahun 2000 oleh KH. Abdul Muhyi, yang terletak di Kampung Marga Mulya Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.

Sosok Kyai Abdul Muhyi sebenarnya bukanlah nama baru di kawasan nagreg, Kyai ini adalah keturunan tokoh Kyai terkemuka, pesantren Riyadhul Jannah adalah pesantren terbesar di nagreg dulunya yang dipimpin oleh kakeknya yaitu KH. Ahmad Ruyani Atau lebih dikenal dengan sebutan mama Gempol.

Kemudian estafeta kepemimpinan diteruskan oleh ayahanda KH. Abdul Muhyi yaitu KH. Hazbullah atau dikenal dengan sebutan ajengan Saeran, setelah ayahandanya wafat disinilah pesantren ini sempat vakum selama hampir sebelas tahun karena KH. Abdul Muhyi saat ayahnya wafat masih berusia sebelas tahun dan harus menyelesaikan mesantren di Manonjaya.

Setelah selesai menimba ilmu di Manonjaya KH. Abdul Muhyi barulah membangun kembali Pondok Pesantren ayahnya yang sempat vakum, namun ternyata di respon negatif oleh masyarakat yang saat itu masih terkotak-kotak dengan faham berbeda, tetapi dengan  kondisi seperti itu hingga tak sedikit sang Kyai mendapat teror, intimidasi dan perlakuan tidak menyenangkan dari masyarakat yang membencinya.

Asrama Putra Ponpes Riyadhul Huda, Nagreg Kab. Bandung

Bahkan sempat pada titik maksimal tekanan itu, KH. Abdul Muhyi pulang ke gurunya di Manonjaya, tetapi yang dikatakan sang guru adalah bahwa sebuas-buasnya masyarakat tidak ada yang bisa mengusir pribumi, lalu kembali sang Kyai melanjutkan membangun pesantren, malah kali ini ia kembali dengan sedikit keras melakukan perlawanan dengan didukung Kyai-Kyai dari Tasikmalaya dan sekitarnya.

 Masjid Ponpes Riyadhul Huda Nagreg – Kab. Bandung

Kyai ini percaya bahwa pertolongan Allah itu dekat, hingga akhirnya berbagai perlakuan buruk yang diterimanya berhenti, bahkan pada akhirnya berkat kegigihan dan keuletan menghadapi masyarakat akhirnya banyak tokoh-tokoh yang tadinya membencinya malah menjadi mustami pengajian yang dilaksanakannya, itulah buah kesabaran dan sikap istiqomah yang membuat semua penentangan itu berakhir dengan sendirinya.

Kegiatan Mengaji Santri Putra Ponpes Riyadhul Huda Nagreg – Kab. Bandung

Kegiatan Mengaji Santri Putri Ponpes Riyadhul Huda Nagreg – Kab. Bandung

Para santri Riyadhul Huda selain mengaji ilmu – ilmu keilslaman, Ponpes Riyadhul Huda juga membekali para santrinya dengan life skill yang disesuaikan dengan bakat si santri, seperti berdagang, perkayuan, pertanian, dan lain – lain. Maksudnya adalah agar nanti santri terjun kemasyarakat selain ahli dibidang agama juga mampu mandiri dalam ekonominya.

Kyai Abdul Muhyi saat berbincang dengan tim beritalangitan.com

“Saya berharap mudah – mudahan pesantren di tempat ini lebih berkembang pesat, diminati banyak masyarakat luas terutama masyarakat sekitar, melahirkan generasi – generasi sholeh yang dapat membangun peradaban islam di pelosok negeri dan masyarakat kembali mempercayakan pendidikan anaknya kepada pesantren pungkasnya dengan diamini oleh tim beritalangitan.com. (tim lipsus pesantren beritalangitan.com)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.