Kyai Mahfudz Syafi’i

0
977
Ssosok Zuhud dan Istiqomah dalam Memperjuangkan Islam

Beritalangitan.com – Jika diamati secara seksama tak ada yang istimewa dari Pondok Pesantren Nurushoba Cimanggu Cipaku Yang dipimpin oleh Kyai Mahfudz Syafi’I. Kegiatan belajar mengajar di pesantren ini lebih banyak  mengajar santri-santri dari usia sekolah dasar, juga terdapat pengajian dan kegiatan belajar mendidik tanpa menginap atau “santri Kalong” istilah umum yang biasa digunakan bagi yang menuntut ilmu di pesantren tanpa tinggal di asrama atau biasa disebut “kobong”.

Pesantren yang dirintis Kyai Mahfudz Syafi’i  sejak tahun 1985 ini adalah murni dibangun dari dana pribadi dengan dibantu swadaya masyarakat tanpa ada bantuan dari pemerintah,  “setelah sepuluh tahun saya menuntut ilmu di beberapa pesantren di Jawa Barat akhirnya saya memutuskan untuk pulang kampung dan mengajar mengaji anak-anak di rumah “tutur Kyai yang keempat anaknya juga mengikuti jejaknya  menuntut ilmu di diberbagai pesantren.

santrikalong

Pada saat itu awalnya saya hanya mengajar ngaji anak-anak di kampung ini, meski tantangan saat itu begitu berat, karena kebiasaan disini dimana umumnya laki-laki dewasa rata-rata merantau mencari kerja di kota-kota besar,  saya juga sempat tergiur untuk pergi, tapi melihat semangat mengaji anak-anak itu yang membuat saya memilih untuk tetap tinggal di kampung ini dan mengamalkan ilmu dan harus mengabaikan keinginan untuk pergi ke kota dan punya penghasilan yang layak.

Hingga akhirnya saya menikah serta tetap menetap di kampung dan membangun pesantren ini sampai sekarang, saya memutuskan bahwa inilah “Kipayah” saya sekaligus juga menunaikan Jihad Fiisabililah memperjuangkan Islam dengan mengajak masyarakat sekitar menerapkan syari’at Islam dalam keseharian hidup, disamping itu saya bertani dan berternak ikan untuk menyambung hidup sehari-hari, tetapi ternyata inilah Jalan yang ditunjukan Allah, seperti janji Allah  “Barang siapa menolong Agamaku maka Aku akan menolongnya”.

Itulah yang saya rasakan “Berkah” dalam mengamalkan ilmu Allah itu ternyata bisa menghidupi saya sampai sekarang.

Saat team beritalangitan.com menanyakan tentang  keinginannya mengembangkan pesantren ini seperti apa dengan lugas dan tanpa ragu-ragu Kyai menjawab “Saya ingin menjadikan Pesantren ini Pesantren Salafiyah” karena bagi saya dari pesantren salafiyah lah akan lahir manusia manusia berkualitas dan saya tidak takut diperlakukan sebagai anak tiri oleh pemerintah

walau sampai saat ini saya tidak mendapat bantuan dari pemerintah tapi kenyataannya masih bisa berdiri, lagi pula belum tentu disitu ada hak saya, dan bukankah segala sesuatu akan dipertanggung jawabkan di akhirat, jadi lebih baik apa adanya tanpa menambah beban yang tidak perlu, demikian pungkasnya.

Tak cukup kata-kata Redaksi untuk melukiskan kekaguman pada sosok Kyai yang begitu zuhud dan istiqomah dalam memperjuangkan Islam dan  menunaikan syari’at Allah ini. Beliau begitu lugas tanpa ada kekhawatiran dan keresahan dalam menempuh resiko jihad fiisabilillah yang ditekuninya itu.

Lalu pertanyaannya adalah berapa banyak Kyai-Kyai di negeri ini yang mampu bertahan untuk tidak tergiur godaan Duniawi, berapa banyak Kyai di negeri ini yang teguh dan Istiqomah dengan Prinsip Prinsip agama meski bertentangan dengan pihak penguasa, dan lebih memilih untuk konsisten dalam perjuangannya tanpa harus menjadi penjilat dan mengharap belas kasih pihak lain !…Wallohu alam.  ( team beritalangitan.com )

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.