Kyai Muhammad Mujtahid Perjuangan Merintis Kembali Pesantren Salafi

0
1870

Pesantren Miftahut Tholab, Kampung Cangkring Rt 03/01 desa Ratawangi kecamatan Banjarsari di bawah pimpinan Kyai Muhammad  Mujtahid, berbeda dengan pesantren sebelumnya Kyai yang satu ini asli Jawa Tengah, dan lama mengenyam pesantren di Jawa Timur, tetapi itu sama sekali bukan halangan atau batasan dalam pengabdian terhadap Ummat.

Pesantren ini sebenarnya didirikan oleh ayahnya Kyai Mawardi (alm) didirikan pada tahun 1980, namun sayang ayahnya wafat saat Kyai Muhammad  Mujtahid masih muda sekali dan masih mengeyam pendidikan pesantren di luar daerah, akhirnya pesantren tersebut tutup dan santrinya yang mencapai 150 itu pun kembali ke daerah masing masing, meski sisa tanah dan bangunan masih ditempati ibunya Kyai Muhammad  Mujtahid.

Akhirnya setelah Kyai Muhammad  Mujtahid menamatkan pendidikannya di berbagai pesantren salafi, dirinya kembali ke Cangkring lalu menikah dan mulai kembali merintis pesantren ayahnya dari Nol lagi, ya dari Nol lagi, mulai dari mengajar anak kecil mengaji di teras masjid sampai sekarang santri kalongnya sudah hampir mencapai seratus orang.

Mendengarkan liku-liku perjalanan Kyai ini luar biasa sekali, betapa tidak disaat pesantren salafi sudah banyak yang menghilang atau kehilangan jati dirinya, Kyai Muhammad  Mujtahid malah merintis pesantren salafy dari nol, dan nyatanya setelah lebih dari satu tahun berjuang akhirnya kegigihannya membuahkan hasil, masyarakat Cangkring ternyata menyambut baik perjuangannya, atas inisiatif dan swadaya masyarakat kini sedang dibangun empat ruang kelas multifungsi, dan loteng diatasnya bilamana nanti ada santri yang bermukim.

kyaii1

Masyarakat Cangkring memang sangat mendukung sekali perjuangan Kyai Muhammad  Mujtahid dalam membangun pesantren salafi, hal itu tak lain karena kemampuan Kyai ini dalam bergaul dan mengambil hati masyarakat dengan kejujuran dan kegigihannya, alhasil segala kebutuhan sarana dan prasarana dalam mendidik santri, masyarakatlah yang memikirkan dan mengadakannya.

Saat team beritalangitan.com berkunjung kepesantren yang sedang dibangun ini, Kyai Muhammad  Mujtahid pun menyatakan bahwa dirinya akan memegang teguh jati dirinya sebagai ulama salafi dan akan tetap memegang teguh kesalafannya, meski tantangan hari ini memang sangat berat.

Sebuah atmosfir segar terhembus bagi umat ini, sosok pejuang muda yang energik, yang dengan kegigihannya mampu menggerakan masyarakatnya untuk membangun umat, justru disaat para pejuang lain banyak yang menyerah, semoga kisah penutup dari episode satu Pesntren perjuangan kali ini dapat menginspirasi semua pihak, bahwa saat ini perlu ada Mujahid-Mujahid Allah yang terjun langsung ke medan pertempuran, yaitu di tengah Masyarakat.  ( team beritalangitan.com ) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.