Lukmanul Hakim : “Taubatannasuha Ketika Narkoba Hampir Merenggut Jiwa”

0
1116
Ustadz Endang Badru Zaman (Pimpinan Pesantren Baitul Huda Cianjur) dan Lukmanul Hakim (Santri Pesantren Baitul Huda Cianjur)

Cianjur, 18/3 (Beritalangitan.com) – Keberadaan Pesantren menjadi jawaban bagi orang – orang yang ingin memahami ilmu agama yang akan menjadi penuntun hidup bagi orang muslim, seperti yang dirasakan oleh santri Pesantren Baitul Huda Bojong Herang Kabupaten Cianjur Lukmanul Hakim (22).

Lukman adalah figur seorang santri yang mempunyai  latar belakang yang kelam, tetapi rupanya hidayah telah diturunkan oleh Allah bagi siapa saja yang dikehendakiNYA untuk bisa berubah dan mampu mengambil hikmah dari suatu kejadian.

Diusianya yang masih muda, Lukman telah akrab dengan berbagai bentuk kenakalan remaja, mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang sempat menjadi bagian dari hari-harinya. Puncaknya sekitar tiga tahun lalu Lukman mengalami over dosis hingga tidak sadarkan diri dan hilang ingatan selama enam bulan akbibat minuman oplosan dan obat terlarang.

“Saya masih ingat hari itu sejak pagi – pagi sekali saya sudah minum beberapa obat-obatan kemudian saya pergi ke rumah teman lalu disuguhi minuman oplosan, sorenya ditambah lagi dengan obat-obatan dan minuman lagi. Seharian itu perut saya tidak diisi apa-apa selain obat dan miras, dan itu berlanjut sampai besoknya.

Hari kedua saya terus mabuk dan tambah lagi dan lagi, hingga puncaknya kepala saya terasa sakit, sakitnya berbeda dengan pusing karena mabuk, rasanya sakit sekali, lalu saya muntah-muntah dan tak sadarkan diri, setelah sadar saya sudah di rumah sakit dalam keadaan diikat karena terus kejang-kejang.

Tak bisa digambarkan penderitaan saya saat itu menanggung rasa sakit, dari sana saya bertekad untuk meninggalkan dunia hitam itu, dan setelah keluar dari rumah sakit ingatan saya terganggu dan tak ingat apa-apa selama enam bulan, saya hanya tahu cerita keadaan saya dari orang lain.

“Alhamdulilah rupanya Allah masih memberi kesempatan untuk memperbaiki hidup saya. Setelah sepenuhnya sadar, dengan bimbingan Ustadz Endang Badru Zaman pimpinan pesantren Baitul Huda dan para orangtua saya berusaha melakukan taubatanasuha”, ungkap lukman yang sekarang giat membantu di bengkel motor milik orangtuanya, selain menjadi seorang santri yang tekun menimba ilmu agama.

Rupanya lukman tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri, ia berusaha keras untuk menebus dosa dan kesalahan dimasa lalu dengan terus istiqomah melakukan ibadah serta berusaha untuk menjadi orang yang berguna untuk diri dan keluarganya.

Tetapi ternyata tidak serta merta pertaubatannya berjalan lancar begitu saja, awalnya Lukman sempat menolak Ustadz Endang untuk ikut ngaji. Tapi dengan kesabaran Sang Ustadz akhirnya Lukman mulai tertarik menekuni ilmu agama, itupun masih saja digoda oleh ajakan teman-temannya untuk kembali ke dunia hitam.

Tetapi Lukman sudah bulat untuk melakukan taubat dan berjanji tidak akan menyentuh miras dan narkoba yang nyaris merenggut nyawanya tetapi beruntung Allah masih memberikan kesempatan ia hidup hingga kini.

Dengan hikmah pengalaman hidup dan sedikit ilmu yang di dapat dari pesantren, saya berusaha mengajak teman yang masih terjerumus dalam dunia narkoba untuk berhenti dan segera bertobat mumpung masih diberikan kesempatan hidup oleh Allah Swt. Kadang ada yang tertarik dengan ajakannya dan tidak sedikit juga yang mencibirnya. Demikian ungkap Lukman.

Diakhir wawancara Lukman berpesan kepada generasi muda  yang masih mengonsumsi miras dan narkoba untuk segera berhenti dan kembali ke jalan yang benar.

“Cukup saya yang menjadi contoh dari bahayanya narkoba yang sempat hampir merenggut nyawanya. Semoga Jangan ada Lukman – Lukman yang lain. Tutupnya mengakhiri perbincangan. (Tim Lipsus Beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.