Majelis Zikir Pilar Jagat, Pesantren itu Universal, Tempat Lahirnya Peradaban

0
496

Cianjur beritalangitan.com – Majelis Dzikir dan Sholawat “Pilar Jagat” (Mazolat) adalah Pondok Pesantren yang berdiri sejak tahun 1993 di Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Pesantren Mazolat didirikan oleh KH Aang Zein.

“(Pesantren Mazolat ini) berdiri atas desakan guru (Saya), untuk membina dan membimbing anak-anak dan para pemuda di sekitar lingkungan terdekat yang masih membutuhkan dasar-dasar nilai keislaman yang fardhu ‘ain, baik berupa fiqih ibadah maupun pembekalan baca Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrojnya.” tutur Aang Zein kepada tim Beritalangitan.com saat dikunjungi pada Rabu 19/08/2020.

Dzikir dan Sholawat adalah ikon yang diusung oleh Pesantren Mazolat. Hal inilah yang menjadi metode Aang Zein untuk merekatkan kebersamaan antar umat. Menurutnya, sholawat merupakan bahasa yang universal. Sholawat merupakan Rahmat kasih sayang Allah yang luar biasa.

Melalui sholawat ini, Mazolat berharap dapat membangun nilai ukhuwah islamiyyah, siapapun dia, apapun latarbelakangnya, yang penting tujuannya sama, yaitu cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasul-Nya, serta niat tulus ikhlas dalam beribadah kepada Allah dengan meneladani Rasul-Nya.

Keunikan lainnya dari pesantren Mazolat adalah dalam segi pengembangan ekonomi jama’ah, melalui pengembangan produk kebutuhan rumah tangga buatan jama’ah seperti sabun cuci piring, sabun pel lantai, pewangi pakaian dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Respon pasar terhadap produk-produk mazolat pun sangat baik. Ini terbukti dengan penjualan yang hampir mencapai 100 karton per item per pekan.

Selain itu juga, sedang berjalan pengembangan di sektor pemberdayaan santri di bidang pertanian, peternakan dan perikanan.

Meskipun hal tersebut belum mendapat bantuan dan apresiasi dari pemerintah, pesantren Mazolat yakin, dengan pemberdayaan potensi jama’ah saja, akan mampu memberikan kontribusi yang baik dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat tanpa harus menunggu bantuan pihak mana pun.

Dari pesantren, Aang Zein memiliki harapan besar bahwa pesantren dapat menjadi pelopor pembangunan peradaban Islam. “Harapan kami, pesantren (dapat) menjadi tolak ukur akan terlahirnya paradigma baru ke depan sebagai pemersatu dan menjadi benteng pertahanan baik dari sisi ekonomi dan dakwah, untuk menjadi sarana pemersatu dalam berbagai pembangunan.” Pungkasnya.

Tim lipsus beritalangitan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.