Mengapa Saya Lebih Memilih menjadi Santri?

0
928

Beritalangitan.com – SECARA sederhana, ulul albab bermakna pemikir atau cendekiawan. Mungkin itu yang dicita-citakan KH Abdul Aziz Marwi Hasba, pendiri Pondok Pesantren Ulul Albab Candipuro, Lumajang, agar para santrinya menjadi orang yang selalu menyelaraskan antara dzikir dan pikir.

Tentu, hidup di lingkup pesantren perlu disyukuri, karena bukan sekadar belajar agama. Semua aspek kehidupan pun digeluti di pesantren berumur 25 tahun ini. Santri juga belajar membaca kitab kuning (kitab Arab gundul, turats), menulis, hubungan antara masyarakat, dan sebagainya.

Santri dituntut agar selalu memahami ilmu agama dengan baik (tafaqquh fid din), menjadi orang yang selalu bertakwa, berakhlakul karimah, berilmu, serta selalu berpegang teguh terhadap firman-firman Allah (Al-Quran) dan sunnah (hadist).

Santri berasal dari bahasa Sansekerta, shastri, berarti orang yang mempelajari atau ahli kitab suci. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, santri adalah orang yang mempelajari ilmu agama dengan baik, orang yang selalu beribadah dengan bersungguh-sungguh, orang yang saleh, dan lain-lain.

Jadi, santri merupakan orang yang belajar dan paham ilmu agama (din al-Islam).

Menurut almgfurlah KH Hasani bin Nawawi Sidogiri, Pasuruan, hakikat seorang santri adalah orang yang berpegang teguh pada Al Quran dan sunnah, serta teguh pendirian kapan pun dan dimana pun ia berada.

Menjadi santri merupakan pilihan. Tentu, dukungan orangtua sangat berperan, mengingat besarnya tantangan di zaman modern ini, baik dari sisi agama, budaya, maupun, ilmu pengetahuan (pendidikan).

Meski awalnya sempat terpikir jika hidup di pesantren itu keras, kolot, tidak bebas, dan sebagainya. Ternyata semua itu salah besar. Nyatanya saya betah di pesantren meski terkadang makan tak enak dan dijatah, tidur tak beralas kasur, jam istirahat sangat sedikit, dan sebagainya.

Itu semua pembelajaran bagi para santri agar bisa memaknai hidup dan selalu bersyukur kepada Allah SWT. Selain bentuk riyadhah (pengabdian) atau tirakatnya para santri agar ilmu yang dipelajari mudah dipahami.

Tak heran jika para santri biasanya banyak yang meng-istiqomah-kan berpuasa Senin Kamis, puasa Daud, dan puasa-puasa yang lainnya, di samping belajar tentunya. Berakit-berkit kehulu berenang ketepian, bersusah-susah dahulu baru kemudian bersenang-senang. (Mha/Sae)

Oleh : M Hesim Azhari

Santri Pondok Pesantren Ulul Albab Candipuro, Lumajang

– See more at: https://beritalangitan.com/index.php/pesantren/mengapa-saya-lebih-memilih-menjadi-santri#sthash.W8rPgE96.dpuf

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.