Mudrikah Hanafi Siqoyaturrahmah, “Pesantren Itu Salah Satu Pilar Negara”

0
3856
KH. Mudikah Hanafi, Pimpinan pondok pesantren Siqoyatul Rohmah.

Sukabumi, Beritalangitan.com – Semakin menurunnya minat masyarakat akan pendidikan di pondok pesantren salafiyah kian terasa, ditambah pengaruh budaya luar yang terus mengikis cara pandang masyarakat terhadap dunia pesantren, hal ini akibatkan banyak pondok pesantren salafiyah akhirnya terpaksa mengadopsi pendidikan formal demi menarik minat peserta didik, dengan demikian pola pendidikan asli dari sebuah pondok pesantren salafiyah kian hilang.

Namun tidak demikian dengan pondok pesantren Siqoyaturrahmah yang beralamat di jalan Selabintana Km 5 Selajambu Kabupaten Sukabumi yang sejak berdiri hingga sekarang masih dipimpin oleh KH. Mudrikah Hanafi, menurutnya adalah menjadi kebanggaan tersendiri di zaman seperti ini masih bisa menjaga kelangsungan pendidikan tradisional, masih mempertahankan nilai-nilai moral, nilai-nilai tauhid sekaligus memelihara cara para pendahulu dalam menyampaikan ajaran agama.

Pondok Pesantren salafiyah Siqoyatur berdiri pada tahun 1972, dengan luas lahan kurang lebih 4000 m yang dibangun di atas tanah wakaf dari para tokoh dan kyai setempat yang bersimpati terhadap sosok KH. Mudrikah Hanafi yang dikenal memiliki keluasan ilmu, tidak hanya masyarakat tetapi kyai setempat pun banyak yang berguru kepadanya.

Sebelum memimpin pondok pesantren salafi Siqoyaturrahmah, KH. Mudrikah Hanafi menghabiskan waktu cukup lama dalam menuntut ilmu, 23  tahun ia menghabiskan waktunya untuk menimba ilmu, 15 tahun belajar di pesantren Sempur Purwakarta, 3 tahun di pesantren Ciharashas Cianjur dan terakhir di Pesantren Cibeureum selama 5 tahun, dengan bekal ilmu yang ia peroleh  selama itulah dirinya kini mengajar para santri.

Saat ini santriawan dan santriwati yang mondok sebanyak 150 orang putra-putri yang datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang dari kalimantan dan Batam.

Kyai mengatakan sejak berdiri tahun 1972  sampai dengan tahun 2016 sudah memiliki tak kurang dari 2000 orang. “Jika ingin negeri ini tetap ada, peliharalah pondok pesantren salafiyah, karena pesantren adalah pilar negeri dan saya amanatkan 3 hal yaitu selalu menuntut ilmu, landasi keikhlasan dalam setiap beramal dan istiqomah serta sabar dalam menghadapi berbagai kesulitan.” (Zk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.