Pesantren Bani Hasyim

Ambil peran Revolusi Peradaban dan Dinamisator Pembangunan Bangsa.

0
395

Sukabumi, beritalangitan.com – Lembaga pendidikan Islam atau pondok pesantren adalah lembaga yang diharapkan mampu menjadi dinamisator pembangunan. Lebih dari itu, pesantren diharapkan dapat berperan sebagai pusat peradaban yang dapat merevolusi karakter masyarakat suatu bangsa.

Pesantren adalah sistem pendidikan tertua dan dianggap sebagai produk budaya Indonesia yang asli. Jika disandingkan dengan berbagai lembaga pendidikan yang muncul di Indonesia , pesantren memiliki akar yang kuat dalam membentuk kepribadian sebuah generasi.

“Pesantren harus dapat menghimpun potensi dan semua energi, mengikat semua orang dan menggerakkan nya”.

Hal itu dikemukakan KH. Jamiludin Hasyim Pimpinan Pondok Pesantren Bani Hasyim, Jumat (16/11/2018) siang, saat di temui beritalangitan.com di kediamannya.

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Bani Hasyim, selain belajar ilmu agama keislaman disini ada pendidikan Formal yaitu SMP IT dan SMK IT Kesehatan.

Menurut KH. Jamiludin Hasyim, pondok pesantren, selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal, juga sebagai lembaga dakwah, dan juga lembaga sosial. Dalam hal sebagai lembaga sosial, pondok pesantren tidak bisa lepas dari masyarakat sekitarnya.

“Pondok pesantren dengan masyarakat itu seperti ikan dengan air. Kalau tidak ada masyarakat sebagai airnya, ikan tidak bisa hidup. Pesantren tidak bisa eksis,” katanya.

Namun dari semua fungsinya itu, sebut KH. Jamiludin, pondok pesantren harus menjadi pusat peradaban, sebagai dinamisator katanya, kalau pimpinan dan pengelola pondok pesantren mau berbuat. “Kalau tidak mau berbuat, ya pondok pesantren hanya akan menjadi seuatu yang tidak mati, tetapi juga tidak hidup,” terangnya

Sekolah Menengah Pertama (SMPIT) dan Sekolah Menengah Atas (SMKIT) dengan jurusan Perbankan Syariah, Farmasi dan Keperawatan yang berdiri berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Bani Hasyim ini membuka pendaftaran untuk santri baru mulai dari tanggal 1 Oktober 31 Desember 2018. Untuk pendaftaran di Pondok Pesantren Bani Hasyim, Jalan Raya Pelabuhan Ratu Km. 30 Rt. 01/06 Kp. Cigadog Ds.Bantar Kalong, Kec. Warungkiara Kabupaten Sukabumi.

Saat ini pesantren Bani Hasyim membuka pendaftaran santri baru, dan untuk biaya bulanan pesantren kami Gratiskan sedangkan untuk siswa santri SMPIT dan SMKIT biaya hanya 350 ribu perbulannya. Kami juga tawarkan kepada wali murid untuk ikut wakaf produktif mulai dari 5 juta, 7 juta dan 10 juta, biaya hanya satu kali, wakaf pesantren tersebut digunakan untuk kegiatan sehari-hari santri termasuk makan dan fasilitas pesantren.

Banyak sekali fasilitas-fasilitas yang sangat menunjang pendidikan di Pondok Pesantren Bani Hasim diantara lain,
Fasilitas tambah laboratorium bahasa, komputer, farmasi, keperawatan, perbankan syariah, Gedung kelas atau Sekolah yang memadai, Gedung asrama, Masjid, Lapangan volly, Lapangan basket, Lapangan takraw dan masih banyak lagi.

KH. Jamiludin berharap mereka yang dibina di pesantren Bani Hasyim, baik lewat fungsi pedidikan dan fungsi sosialnya, menjadi generasi yang taat kepada aturan Allah dan takut untuk berbuat curang, takut berbuat korupsi,” pungkasnya.

Reporter : Andriansyah
Redaktur : D. Udas
Email : redaksi@beritalangitan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.