Pesantren dan Majelis Ta’lim, Dua Lembaga Penjaga Akhlak

0
1322
Pesantren dan Majelis Ta’lim, Dua Lembaga Penjaga Akhlak

Sukabumi, 13/4 (beritalangitan.com) – Majlis Silaturahmi Pondok Pesantren dan Majlis Ta’lim (MSPPM) Kota dan Kabupaten Sukabumi mengadakan pengajian keliling bulanan sekaligus peresmian Majlis Ta’lim Ummi Abu Hurairoh dan pemberian santunan kepada jompo dan anak yatim di Jl. Santa Lio Cikondang, Kota, Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Ketua MSPPM KH R. Abdul Basith, tiap sebulan sekali kegiatan tersebut dilakukan sebagai ajang silaturahim dari majlis ke majlis, dari pesantren ke pesantren.

Hal itu dilakukan karena hanya di dua lembaga ini adalah lembaga penjaga akhlak masyarkat. Selama ini kita tidak pernah mendengar adanya tawuran antarmajelis ta’lim dan pondok pesantren. “Oleh karena itu ini harus dipertahankan,” ungkapnya pada kegiatan yang berlangsung Sabtu (9/4).

Karena itulah, lanjut dia, regenerasi baik di pesantren maupun majlis ta’lim harus terus dilakukan. “Berbeda dengan di bidang pemerintahan, sudah sangat banyak calonnya, sedangkan calon para kiai sudah berkurang terutama di pesantren salafi. Beberapa pesantren sekarang bangunannya masih ada, akan tetapi isinya mulai berkurang,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, kehidupan di masyarakat semakin banyak kejadian yang tidak menunjukkan akhlak orang muslim seperti pembunuhan orang tua oleh anaknya ada juga anak yang dibunuh oleh orang tuanya. “Sudah marak terjadi sekarang belum lagi merajalelanya korupsi dan penggunaan narkoba ini disebabkan karena masalah agama sedikit lupa, bahkan hampir dilupakan,” lanjutnya.

Menurut dia, untuk menanggulangi keadaan seperti itu, pertama perlu perhatian dari para orang tua dan pemerintah untuk pendidikan agama anak-anak.

Kedua, menekankan pentingnya mendirikan shalat lima waktu dalam sehari semalam. “Seiring berkembangnya industri di Sukabumi saya mengintruksikan kepada Bupati bahwa pengaturan jadwal pulang para karyawan di pabrik jangan sampai pulang di waktu shalat,” pintanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Cicurug ini menganjurkan harus dibangun sarana ibadah di dalam pabrik supaya karyawan bisa menjalankan kewajibannya.

Ketiga, ia meminta untuk menggemarkan infak atau shodaqoh supaya dalam menjalankan usahaya tidak merugi. Ini ilmu dari Allah SWT.  Kebanyakan sekarang usaha hampir setiap hari rugi. Bukan hanya pengusaha, bahkan ustad pun sekarang banyak hutangnya, maka dari itu dirikanlah shalat dan bershodakoh maka kamu tidak akan merugi,” pungkasnya.

Panitia kegiatan H. Sirojudin Yusup, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat ukhuwah dan persaudaraan di wilayah Kota dan Kabuaten Sukabumi.

“Kegiatan ini melibatkan para ulama dan para umaro karena itu bersinergi dengan visi misi baik kota maupun kabupaten. Dalam kegiatannyapun ada program-program selain di bidang agama juga di bidang sosial. Kegiatan ini dimulai pada tahun 2002 hampir 300 Majlis Ta’lim telah dikunjunginya. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi/Frmn)

Sumber : NU Online

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.